PAD Kos-kosan Sangat Minim

Peliput/Editor: Asep Herdiana/Usep Adhiwihanda

PAD Kos-kosan Sangat Minim

KONTRIBUSI: Banyaknya usaha kos-kosan yang menjamur di Sumedang belum sebanding dengan kontribusinya terhadap pajak dan pendapatan daerah. (ASEP HERDIANA/SUMEKS)

KOTA – Penyerapan pajak daerah dari sektor kos-kosan atau rumah sewa di Kabupaten Sumedang, masih belum maksimal. Salah satu faktornya, kesadaran pemilik yang rendah dan banyak kos-kosan tidak bisa dikenankan pajak karena tidak memenuhi syarat untuk ditarik retribusi.

Sekretaris Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Asep Darmawan mengatakan, saat ini Usaha kos-kosan disebut sebagai usaha utama yang menjanjikan. Selain itu, berpotensi besar bagi peningkatan Pedapatan Asli Daerah (PAD). Namun tidak semuanya bisa menghasilkan PAD. Sebab bedasarkan peraturan, yang dikenakan wajib membayar pajak hanya objek kosan yang mempunyai lebih dari 10 kamar kos.

“Berdasarkan peraturan, tidak semua rumah kos bisa ditarik pajaknya. hanya yang mempunyai lebih dari 10 kamar kos yang diwajibkan membayar pajak daerah. Jadi kalau yang punya rumah kos masih dibawah 10 kamar, tidak dikenakan pajak,” kata Asep, kemarin (9/8).

Saat ini, PAD yang dihasilkan bersumber dari kos-kosan senilai Rp 115 juta pertahun dan masih kecil dibanding dengan pendapatan pajak dari sektor perhotelan. Hal ini, tentunya menjadi pekerjaan rumah dari Bappenda untuk meningkatkan pendapatan dari potensi pajak rumah kos.

“Kami akan inventarisir kembali. Sebab menurut hasil pemantauan kasat mata di lapangan, usaha rumah kos ini menjadi salah satu usaha yang terus berkembang,” lanjutnya. Salah seorang pengamat sosial Sulaiman Cakra mengatakan, saat ini usaha rumah kos bukan lagi sebagai pendapatan tambahan para pemilik usaha, melainkan sebagai pendapatan utama. Bukan hanya itu, kos-kosan Sumedang sudah abu-abu alias sudah menyerupai hotel dengan fasilitas yang memadai.

“Untuk itu, kami mempertegas untuk segera ditata dengan memberikan solusi, yaitu bagi perorangan maupun kelompok yang bangunannya memenuhi zonasi. Sebab saat ini kos-kosan sudah seperti hotel kelas melati, ada TV, kasur, lemari dan beberapa fasilitas lainya. Bahkan, ada AC dan kamar mandinya pun pakai shower dan tarifnya bisa sampai Rp 2 juta perbulan,” tukasnya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.