oleh

Padajaya Segera Terendam

KOTA- Wilayah Desa Padajaya Kecamatan Wado dalam beberapa hari ke depan bakal segera tenggelam oleh Bendungan Jatigede. Sebab sampai kemarin (25/1) genangan air sudah sampai Bojongsalam. Sementara itu pematangan dan penataan lahan relokasi untuk Orang Terkena Dampak (OTD) Jatigede sampai sekarang masih jauh untuk siap ditempati warga.

Dari sekitar 20 hektar tanah untuk relokasi Padajaya di Blok Cipondoh Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal baru dimanfaatkan 9 hektar. Itu pun dari rencana pemukiman untuk 600 keluarga (KK) penataan baru sampai 200 kapling dan yang sudah siap dihuni bangunan hanya 90 kapling.

“Kenaikan air setiap harinya rata-rata mencapai satu meter sehingga dalam beberapa hari ini Padajaya diprediksi akan segera tenggelam,” kata Kepala Sekolah Sundulan Padajaya, Uyun K Junaedi, di sekolah, Senin (25/1).

Panitia Relokasi Desa Padajaya Kusnadi Haris memang mengakui bahwa sampai sekarang pematangan dan penataan lahan atau cut and fill lahan relokasi untuk warga OTD Jatigede dari Padajaya baru siap dihuni untuk sekitar 90 bangunan karena terkendala cuaca. “Penataan lahan tidak bisa dipercepat karena terkendala cuaca,” kata Kusnadi Haris.

Menurut Kusnadi semula dari warga Padajaya yang akan direlokasi ke Cipondoh itu ada 1.000 KK. Namun realisasinya hanya 600 KK. Untuk menghuni lahan tersebut tidak gratis sebab warga harus membayar Rp2,5 juta kepada panitia. Dana tersebut oleh panitia dipergunakan untuk membayar ongkos penataan lahan bekerja sama dengan salah satu perusahaan.

“Dari 600 KK itu yang sudah membayar baru 518 KK,” kata Kusnadi didampingi petugas dari perusahaan, Edi Sujana.

Sebagian dari lahan Cipondoh tersebut sudah ada pembangunan rumah dan sudah ada yang dihuni. Namun, sayang di lokasi itu belum ada penerangan listrik dan sarana air bersih, serta infrastruktur jalan pun masih berupa tanah merah sehingga ‘ledok’ dan licin bila dilalui kendaraan.
“Padahal, fasos dan fasum itu janjinya akan dibangun oleh pemerintah, tapi nyatanya kami disini harus sengsara,” kata Ny Engkay. (her)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed