Parah, Pengendara Harus Pintar Memilih Jalan

Parah, Pengendara Harus Pintar Memilih Jalan

MELINTAS: Pengendara sepeda motor nampak hati-hati memilih jalan saat melewati ruas Jalan Buahdua-Sanca, kemarin. (ATEP BIMO ARIO SUTEJO/SUMEKS)

PEWARTA: Atep Bimo/Usep Adiwihanda

Melihat Kerusakan Jalan Kabupaten Ruas Buahdua-Sanca

Pada musim hujan ini, jalan kabupaten antara Buahdua-Sanca, mengalami kerusakan parah. Kerusakan terdapat di beberapa titik akibat jalan mengalami longsor dan miring. Bagaimana komentar warga terkait jalan rusak tersebut. Berikut liputannya.

ATEP BIMO ARIO SUTEJO, Buahdua
PARAH. Itulah kata yang tepat saat Sumeks melintas di Ruas Jalan Buahdua-Sanca. Ruas jalan kabupaten
sepanjang lebih kurang 12 kilometer ini, mengalami kerusakan di beberapa titik.

Seperti di Blok Sawah Gebang yang mengalami kerusakan akibat adanya curug, hingga jalan sudah tidak bertanah pada bagian bawah, Blok Cikadu (dekat Pos Perhutani) jalan mengalami longsor, di Tanjakan Bambu dan Tanjakan Sini jalan sudah mengalami miring dan longsor tanpa ada tanah penahan beton, serta jembatan Cikandung yang mengalami abrasi pada bagian tepi sungai.

Kendaraan yang melintas harus berhati-hati, terutama bagi kendaraan kecil sejenis sedan ataupun van. Kondisi jalan yang tidak rata membuat pengendara (sopir, red) harus pandai-pandai memilih jalan.

Demi mengantisipasi kecelakaan, jajaran Polsek Buahdua telah memasang police line di beberapa jalan yang mengalami longsor. Selain itu, warga juga memasang papan peringatan agar para pengendara selalu berhati-hati.

Sekretaris Desa Ciawitali Kecamatan Buahdua, Fredi Supriadi mengatakan, kerusakan jalan yang terjadi di sepanjang ruas Buahdua-Sanca sudah cukup parah pada musim hujan saat ini. Semakin hari, kerusakan jalan dipastikan terjadi karena jalan tergerus oleh air hujan. Selain itu, tekstur tanah yang merupakan tanah lempung menjadi penyebab lainnya kerusakan jalan.

“Coba dilihat saja di bawah betonan, tanah sudah tidak ada. Betonan jalan sudah menggantung tanpa penahan di titik-titik jalan yang mengalami kerusakan,” ujar Fredi di kantornya, Selasa (14/3).

Fredi menerangkan, lalu lalang truk pasir dan batu dengan beban berat juga memperparah kerusakan jalan. Truk beroperasi hampir selama 24 jam. “Karena mereka sering melintas, jalan beton menjadi retak-retak. Kemudian terjadi lubang dan akhirnya rusak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa Gendereh, U Roni Djaelani, mengatakan apabila salah satu jalan yang rusak mengalami roboh atau amblas, lalu lintas jalur Sanca-Buahdua akan terputus. Di beberapa titik kerusakan jalan sangat sukar untuk dibuatkan jalan darurat.

“Seperti yang berada di Blok Sawah Gebang Desa Gendereh, tepi jalan merupakan curug dan pesawahan warga. Jadi sangat tidak mungkin dibuatkan jalan darurat,” jelasnya.

Disebutkan Rodi, di beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan parah hanya tinggal menunggu waktu untuk amblas ataupun roboh. Sehingga kondisi jalan ini sangat lah mengkhawatirkan.

“Apabila tidak ditangani secepatnya. Jalan akan mengalami roboh,” tukasnya.

Menurutnya, saat dilakukan perbaikan jalan kedepannya harus disertai dengan perbaikan drainase di tepi jalan. Selama ini, kata dia, jalan diperbaiki tanpa memperhatikan drainase.

“Saat musim hujan seperti ini, air mengalir tak tentu arah dan merusak badan jalan. Apabila ada drainase yang baik, kemungkinan jalan tidak akan separah ini,” terangnya.

Rodi mengharapkan perbaikan jalan kabupaten di wilayahnya dilakukan secepatnya. Saat ini jalan ruas Buahdua-Sanca sangatlah penting bagi sebagian warga. Terutama yang bekerja ataupun berusaha di wilayah Indramayu ataupun sebaliknya.

“Roda ekonomi sudah mulai terlihat di jalur Sanca-Buahdua. Banyak warga yang sudah memnafaatkan jalan ini sebagai alternatif untuk bekerja, menjual hasil bumi ataupun lainnya,” pungkasnya. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.