oleh

Parakanmuncang-Cicalengka Terputus

CIMANGGUNG – Selama dua hari, Jalan Raya Parakanmuncang-Cicalengka-Rancaekek, kembali terputus. Kendaraan roda dua maupun empat, sejak Senin (10/5) pukul 21:00 WIB, tidak bisa melintas, karena ketinggian air yang menggenangi jalan sepanjang 100 meter itu, ketinggianya hampir 50 centimeter.

“Jalan menuju arah Cicalengka dari Cimanggung, tidak bisa dilintasi sejak malam kemarin. Itu karena air dari Sungai Citarik kembali meluap dengan ketinggian sekitar 50 centimeter. Akibatnya kendaraan harus memutar arah mencari jalan aman dari genangan air ke jalan bypass nagreg,” terang warga Parakanmuncang, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, Dede (28) kepada Sumeks, kemarin (10/5).

Menurutnya, kejadian banjir di sekitar jalan, mengakibatkan juga tutupnya SPBU Citarik. Pasalnya, luapan air masuk kepelataran pengisian bensin.

“Meskipun kemarin ada penanganan dari pemerintah dari Kabupaten Bandung dan Sumedang, dengan cara menurunkan alat berat, tetapi sepertinya belum ada solusi terbaik,” tuturnya.

Pihaknya berharap, ada penanganan serius mengenai bencana yang sering terjadi saat musim hujan. Bahkan, tidak hanya masalah jalanya, tetapi Sungai Citarik yang menjadi salah satu penyembab banjir, harus ditanggulangi.

“Kalau dibiarkan terus menerus, kondisi sungai dan jalan seperti ini, tentunya aktivitas warga terganggu. Ini harus ada penanganan serius dari pemerintah, jangan hanya terus saja datang melihat kondisi banjir, tetapi tidak ada langkah serius,” ucapanya.

Terpisah, Kepala Desa Sindangpakuon, Moch Yusuf, membenarkan kembali adanya luapan air dari Sungai Citarik. Tetapi dipastikan, warga disekitar itu tidak terkena dampak banjir, terutama warga Kampung Gunung Tanjung, yang sebelumnya terkena dampak banjir bandang hingga harus diungsikan ketempat aman.

“Warga kami masih aman, tidak terkena dampak banjir karena luapan air Sungai Citarik, karena tidak sampai masuk ke perkampungan sekitar bantaran sungai itu. Hanya saja jalan jadi tidak bisa dilewati,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya selalu mengantisipasi dan selalu menyampaikan kepada warga, agar tetap berhati-hati. Sebab sewaktu-waktu, air dipastikan akan kembali meluap saat hujan besar yang mengguyur wilayah Sindulang.
“Kami hawatir saat hujan besar. Untuk itu diharapkan warga tetap siaga, dan waspada kalau air Sungai Citarik kembali meluap,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed