oleh

Parakanmuncang Sering Macet Parah **Adanya Aktivitas Truk Pengangkut Tanah

CIMANGGUNG – Sejumlah warga Kecamatan Cimanggung mengeluhkan terkait macetnya jalan Parakanmuncang-Simpang, tepatnya di depan Perumahan SBG. Informasi yang dihimpun Sumeks di lapangan, kemacetan dilatar belakangi adanya aktivitas truk galian tanah yang lalu lalang di jalan itu.

“Kemacetan di jalan kampung ini adalah imbas dari beroperasinya truk-truk pengangkut tanah dari kawasan Gunung Goong di Cicabe, Cimanggung. Truk membawa tanah melintasi gerbang perumahan SBG dekat Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Cimanggung,” kata Arman warga Cicabe Desa Sindanggalih Kecamatan Cimanggung, kemarin (10/7).

Truk-truk ini, lanjut Arman, melintasi Jalan Simpang-Parakanmuncang menuju ke Parakanmuncang, melintasi Pasar Parakanmuncang untuk selanjutnya bergerak ke Gede Bage, Kota Bandung. Laju truk yang lambat karena muatan berat dan kondisi jalan sempit membuat kemacetan lalu lintas tak terhindarkan.

Hal senada dikatakan Dian. Pria 25 tahun ini menggerutu karena dengan kemacetan yang menyergap kampungnya, dia menjadi terlambat datang ke tempat kerja di kawasan Industri Dwipapuri. “Mau muter, muter kemana. Ini jalur satu-satunya,” ujarnya.

Selain terganggu dengan kemacetan, debu jalan yang diterbangkan oleh kendaraan-kendaraan itu juga membuat warga tidak nyaman. “Sudah lebih dari seminggu begini terus (macet). Repot sekali melintas jalur ini. Seperti jalur neraka. Saya harus melaju dengan merayap di belakang truk-truk besar itu,” ujarnya.

Warga meminta kalau bisa jam operasional dipindahkan saja ke malam hari. Operasi truk siang hari banyak mengganggu warga kecil, pegawai pabrik jadi banyak terlambat datang ke tempat kerja. “Kemacetan bisa berlangsung sejak pagi hari hingga menjelang Isya,” katanya.

Terpisah, Kapolres Sumedang, AKBP Hartoyo mengatakan pihaknya akan terus mengecek kondisi lalu lintas di Parakanmuncang, termasuk keluhan warga yang sampai kepadanya terkait kemacetan di Jalan Desa Cihanjuang. “Kami cek, dan jika (ada) kendaraan tidak sesuai kelas jalan, biar ditilang,” kata kapolres.

Kapolres meminta warga untuk membuat surat ke manajemen. Isinya tentang permintaan warga untuk mengalihkan waktu operasional truk pengangkut tanah ke malam hari.

Sementara itu warga RW 14 Desa Cihanjuang sudah menyurati surat kepada manajemen terkait aktivitas truk galian itu. Isinya, warga meminta kompensasi terkait adanya aktivitas truk yang menyebabkan kemacetan dan hawatir adanya bencana. (imn/rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed