Pasca Longsor, Kerugian Ditaksir Capai Rp 1 M

KOTA – Tak hanya korban jiwa, akibat tanah longsor dan banjir di Sumedang, kerugian materi pun ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sebab, puluhan rumah baik permanen maupun semi permanen luluh lantah. Termasuk barang-barang berharga di dalam rumah yang tak terselamatkan.

Seperti di Dusun Panjelaran, Desa Padasuka, Kecamatan Sumedang Utara, ada sekitar 8 rumah yang hancur karena disapu banjir. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang menimpa warga sekitar. Kemudian di Dusun Regol Kecamatan Sumedang Selatan sebanyak 8 rumah, Lingkungan Panyingkiran 7 rumah, dan Pangjeleran, 8 rumah, dan di Lingkungan Kodim (Sindangpalay) sebanyak 7 rumah terendam.

“Biasanya hanya banjir biasa saja, tidak separah semalam,” kata salah seorang warga sekitar, Elpin Triyana, kepada Sumeks, Rabu (21/9).

Elpin juga menyebutkan, kerugian materil yang dialami ke delapan rumah tersebut ditaksir mencapai Rp 1 Miliar. “Korban jiwa tidak ada, hanya kerugian materi saja. Kalau dihitung setiap rumah harganya di Rp150 juta, berarti 8 rumah itu bisa mencapai Rp 1 M. Itu belum dari barang-barang yang tidak bisa diselamatkannya. Kejadian semalam memang diluar dugaan kami,” sebutnya.

Sementara itu, masyarakat yang terdiri dari warga Dusun Ciherang, RT 02 RW 03, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, terus dihantui rasa takut. Mereka lebih memilih untuk mengungsikan diri ketempat yang lebih aman, di Gor Tadjimalela, Sumedang Kota.

“Dari semalam warga sudah panik. Awalnya kita kumpul di depan Indomart. Karena kondisi tanah itu bergetar kencang,” kata salah seorang warga sekitar, Galung (30) kepada Sumeks, Rabu (21/9).

Lalu, Galung mendapat kabar dari warga lainnya jika mata air yang berada di Blok Samplang sudah pecah dan longsor yang menuju ke arah bawah. “Iya itu udah keliatan longsor dan menuju ke bawah. Makanya kami memilih untuk mengungsi. Kalau keluarga saya sudah langsung saya ungsikan dari semalam. Ini saya membantu tetangga saya untuk mengungsi juga,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, warga lainnya ikut panik dan memilih untuk mengungsi sementara waktu. “Iya, kami sekarang memilih untuk mengungsi saja. Khawatir ada longsor susulan.
Alhamdulillah kita dibantu sama pihak kepolisian, jadi kami merasa cukup tenang,” sebutnya. (bay)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.