PCNU: Teroris, Jihad Salah Kaprah

KETUA Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang, mengutuk keras aksi terorisme di Jakarta. Dan, jika tidak segera mendapat penanganan serius, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di daerah lainnya di tanah air, termasuk di Kabupaten Sumedang.

“Harus ada tindakan tegas dari pemerintah untuk membasmi bibit-bibit gerakan radikalisme di masyarakat. Ormas Islam, khususnya NU, pun di lingkungan masyarakat khususnya di pesantren-pesantren sangat berupaya keras menutup bibit-bibit gerakan radikalisme ini,” tegas Ketua PCNU Sumedang KH Sa’dulloh SQ MMPd saat dihubungi Sumeks, kemarin.
Malahan, ujar Kiai Sa’dulloh, jauh-jauh hari, para kiai se-Indonesia sudah merekomendasikan kepada pemerintah pusat, agar membubarkan organisasi-organisasi mengatasnamakan agama namun diduga menyebarkan bibit-bibit gerakan radikalisme.

“Ini juga yang kita sayangkan. Bisa saya katakan, pemerintah tidak tegas menindak ormas-ormas yang menyebarkan paham-paham radikalisme. Padahal, rekomendasi para kiai se-Indonesia pada 2012 silam sudah tegas menyatakan sikap, bubarkan ormas mengatasnamakan agama namun menyebarkan kebencian dan radikalisme,” ketusnya.

Kiai Sa’dulloh menegaskan, gerakan jihad yang selama ini didengung-dengungkan para teroris, adalah salah kaprah dan jauh dari nilai-nilai keislaman. “Meledakkan bom, bunuh diri, menembaki orang yang bukan musuh Islam apalagi yang ditembaki orang Islam sendiri, itu hukumnya haram,” tegasnya lagi.

Bahkan, Kiai Sa’dulloh mengisahkan, tindakan tegas Rasululloh SAW terhadap salah seorang sahabat, yang membunuh orang kafir yang tidak mengganggu Islam. “Tidak akan mencium bau surga, orang yang membunuh tanpa alasan yang dibenarkan agama,” ujar Kiai Sa’dulloh seraya mengutip hadist Rasululloh SAW.

Namun, kata Kiai Sa’dulloh, aksi teror di Jakarta tidak terlepas dari multitafsir, di tengah kegaduhan politik di Tanah Air. “Bisa saja ada anggapan ditengah kegaduhan politik ini, dimanfaatkan teroris untuk melancarkan aksi di tengah lengahnya pengawasan dari pemerintah maupun aparat keamanan. Atau, bisa juga memunculkan penafsiran, di tengah politik yang memanas ini, adanya orang-orang yang memanfaatkan isu terorisme. Atau, bahkan kedua-duanya saling memanfaatkan situasi ini. Tapi yang jelas, aksi teror yang terjadi sangat merugikan rakyat Indonesia dan sama sekali tidak diajarkan agama mana pun, terlebih Islam,” tutup Kiai Sa’dulloh. (dri)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.