oleh

Pejabat Disperkimtan Sulit Ditemui

KOTA – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Sumedang, belum bisa memberikan keterangan terkait perkembangan proses revitalisasi kawasan Alun-alun Sumedang. Mengingat hingga saat ini, progresnya kurang lebih baru mencapai 38 persen, serta ada 86 pohon yang ditebang di lokasi itu.

Namun sayang, saat Sumeks menyambangi kantor dinas tersebut, salah seorang satpam menyebutkan, bahwa kepala dinas beserta jajarannya, sedang melakukan kunjungan kerja ke Samarinda.

“Bapak tidak ada di kantor, sedang ke Samarinda. Pulangnya hari Sabtu,” ujarnya, baru-baru ini.

Beberapa hari kemudian, tepatnya Senin (18/11) kemarin, satpam menjawab hal serupa ketika didatangi Sumeks. “Bapak memang sudah pulang Sabtu sore, namun langsung berangkat lagi ke Surabaya,” katanya.

Bukan hanya kepala dinas, kata satpam, keberangkatan ke Surabaya, pun diikuti para kepala bidang. “Di sana (Surabaya, red) sekitar empat hari,” jawabnya.

Keberangkatan pejabat dinas tersebut, menurutnya, menggunakan pesawat terbang dari Bandara Kertajati. “Saya tidak mengetahui dalam rangka apa tugas ke Surabaya itu. Yang jelas, membawa koper besar,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 86 pohon di kawasan Alun-alun Sumedang, ditebang. Hal ini, menjadi bagian dari proses revitalisasi kawasan Alun-alun Sumedang yang progresnya baru mencapai 38 persen.

“Dari RAB kita, sekitar 86 pohon yang ditebang. Tapi nanti kita akan tanam pohon baru lagi sebagai penggantinya,” ujar Yaya Suyatman, selaku Project Manager PT Pilar Indo Sarana saat ditemui Sumeks di lokasi proyek, Kamis (14/11) lalu.

Pada proyek senilai Rp 16 miliar itu, dikerahkan sebanyak 120 pekerja, ditambah 10 staf. “Karena yang pasang granit spesial, saya ngambil tenaga ahli dari luar Jawa  Barat. Sedangkan untuk bagian logistik, asisten survei dan penggalian tanah, kita berdayakan karyawan lokal Sumedang,” katanya.

Saat ini, kata Yaya, sedang dalam tahap finishing konstruksi. “Kita sedang garap pemasangan granit, andesit dan traso. Trek bagi pejalan kaki pun akan memakai granit,” tuturnya.

Bahkan, di tanah seluas 1,5 hektare itu, akan dibangun plaza, landscape, terasering dan play full. “Dengan mengusung tema area publik, kita bangun alun-alun ini tanpa pagar pembatas,” katanya.

Sementara itu, pada papan proyek, tertera keterangan yang menunjukan spesifikasi proyek. Antara lain, nama proyek pekerjaan penataan Alun-alun Sumedang, Nomor Kontrak 04/SP/PPK/PEN-ALN/PKPP/2019, lokasi Jalan Geusan Ulun Regol Wetan Sumedang Selatan, waktu pelaksanaan 98 hari,  biaya Rp 16.092.406.271.00, kontraktor PT Pilar Indo Sarana dan Sub Kontraktor CV Gelora Karya Panikel. (nur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed