Pelaku Penganiayaan Dibekuk

Peliput/Editor: IST

Pelaku Penganiayaan Dibekuk

DIAMANKAN: Pelaku penganiayaan di Alun-alun Cimalaka diamankan Polsek Cimalaka.

Korban Dipukul Botol

CIMALAKA – Jajaran Polsek Cimalaka, menangkap Megi Maulana Malik alias Egi, 25, pelaku penganiayaan. Egi yang merupakan warga Dusun Lembur Gedong RT 03 RW 04 Desa/Kecamatan Cimalaka, dibekuk polisi di jalan sekitar perempatan Cimalaka, Selasa (31/10) lalu sekitar pukul 10.30.

Pelaku, telah melakukan penganiayaan terhadap Teku Sabian Bin Hari Zulkifli, 20, warga Dusun Neglasari RT 03 RW 04 Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong.

Kapolsek Cimalaka Kompol Ibnu Setiawan membenarkan adanya penangkapan pelaku penganiayaan tersebut. Pelaku Egi ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Cimalaka.

“Ya. Memang benar Unit Reskrim Polsek Cimalaka berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap seorang warga Rancakalong yang aksinya terjadi beberapa waktu lalu,” ujar Ibnu saat ditemui Sumeks, kemarin (1/11).

Kapolsek menuturkan, kejadian penganiayaan terhadap korban terjadi pada 15 Oktober 2017 lalu. Saat itu, sekitar pukul 01.00 dini hari di Halte Alun-alun Cimalaka korban Teku melihat temannya dipukuli oleh pelaku.

Kemudian, kata Ibnu, korban Teku mencoba melerai. Namun tiba-tiba pelaku malah memukul korban dan mengenai bagian pipi kiri dan mata kanan.

Tidak hanya sampai di situ, pelaku juga menendang kepala korban. Selanjutnya, pelaku memukul korban memakai botol pada bagian kepala belakang hingga korban terjatuh.

“Sesudah terjadi penganiayaan, korban Teku langsung dibawa ke RSUD Sumedang untuk diobati oleh teman-temannya. Lalu, korban Teku melaporkan kejadian itu ke Polsek Cimalaka,” tegasnya.

Menurut Ibnu, saat dilakukan penangkapan oleh Unit Reskrim Polsek Cimalaka, pelaku tidak melalukan perlawanan. Selanjutnya, Egi pun dibawa ke polsek guna pengusutan lebih lanjut.

Berbagai langkah dilakukan aparat kepolisian. Diantaranya membawa pelaku ke Polsek Cimalaka, memeriksa pelaku, melakukan gelar perkara, menahan pelaku dan mencari barang bukti botol.

“Selain botol, barang bukti lainnya yang dipakai oleh polisi yaitu Visum et Repertum dari RSUD Sumedang,” terangnya.

Menurut Ibnu, setelah melakukan gelar perkara serta memenuhi unsur selanjutnya, pelaku dilakukan penahanan.

“Pelaku terkena pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara,” tukasnya. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.