Pelanggar Lalin Masih Banyak

Pelanggar Lalin Masih Banyak

PERIKSA KELENGKAPAN: Sejumlah Polantas Polres Sumedang memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor di Bunderan Binokasih dalam rangka Operasi Zebra Lodaya Tahun 2017 hari terakhir, kemarin.

PEWARTA: ASEP NURDIN/SUMEKS

Selama Operasi Zebra Ribuan Kendaraan Ditilang

KOTA – Ribuan pelanggar, terjaring Operasi Zebra Lodaya Tahun 2017 yang digelar selama 14 hari. Seperti yang dilakukan Satuan Lalulintas Polres Sumedang, jumlah sementara Dakgar (tindakan pelanggaran) dari hari pertama hingga akhir mencapai 2.208 dan teguran mencapai 1.800.

Kasatlantas Polres Sumedang AKP Erwan Dwiyanto mengatakan, kegiatan yang dilakukan jajarannya itu dalam rangka menekan angka kecelakaan lalulintas.

“Ada empat target operasi kami. Kendaraan yang mengenakan rotator dan sirine, kendaraan yang melawan arus serta plat nomor yang tidak sesuai dengan spektex,” katanya di sela-sela kegiatan operasi terakhir di Bunderan Binokasih Sumedang Selatan, kemarin (14/11).

Selain itu, kendaraan umum yang menaik turunkan angkutan sembarangan dan truk pengangkut barang yang melebihi tonase, menjadi target operasinya. Terlebih, kata Erwan, kesadaran berlalulintas para sopir angkutan umum, dinilai masih sangat lemah. Sebab, jumlah angkutan umum yang menarik turunkan penumpang sembarangan terdapat di mana-mana.

“Mereka (para sopir) seakan tidak mengetahui adanya larangan untuk berhenti, atau mungkin pura-pura tidak tahu,” sebutnya.

Hal itu, menurutnya, berdampak pada penyendatan arus lalulintas. Terutama pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi dan sore hari.

“Ada beberapa tempat yang kita beri tanda larangan untuk berhenti,” tuturnya.

Tetapi, kata kasatlantas, mereka berhenti seenaknya. “Terkadang berhenti di tengah jalan, di tikungan, bahkan di perempatan,” katanya menambahkan.

Terhadap para pelanggar, pihaknya dengan tegas memberlakukan tilang. “Sudah jelas, dalam UU Nomor 22 Tahun 2009, mengenai pasal-pasal yang dilanggar, kemudian dikenakan sanksi pidana atau denda yang diberikan,” jelasnya seraya menyatakan bahwa razia juga dilakukan dalam rangkan menjelang tahun baru 2018.

Sementara untuk keakuratan jumlah pelanggaran keseluruhan, pihaknya masih melakukan pendataan dari pelaksanaan hari pertama hingga akhir.

Terpisah, Kapolsek Cimanggung Kompol Kuswanto SH melalui Kanit Lantas Iptu ZU Mamonto mengatakan, selama pelaksanaan Operasi Zebra hari pertama hingga terakhir di wilayah Cimanggung, tercatat ada 170 pelanggaran. Baik oleh pengendara roda dua maupun roda empat.

Menurutnya, selama operasi pelanggaran yang dilakukan kebanyakan oleh kendaraan roda dua. Pengendaranya tidak memiliki SIM, berkendara tanpa helm serta melawan arus.

“Sebagian besar yang melanggar merupakan pengendara sepeda motor yang berboncengan, tetapi tidak menggunakan helm sebagaimana mestinya. Banyak pula yang terjaring operasi akibat berusaha melawan arah kendaraan dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Selain itu, kata Mamonto, ada juga pelanggaran yang dilakukan kendaraan roda empat. Salah satunya karena bukan peruntukanya misalnya mobil bok di gunakan pengangkut orang. Ada juga kendaraan peruntukan untuk mengangkut orang malah digunakan angkut barang.

Kanit lantas mengharapkan, dengan berakhirnya pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2017 dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalulintas.

Pantauan pada hari terakhir digelar operasi, masih saja ada beberapa sepeda motor ada yang melarikan diri dan menghindar dari pemeriksaan. Ada juga yang sengaja berhenti menunggu hingga selesai operasi. (nur/kos)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.