Pelayannya Cantik Menu Memuaskan

TANJUNGSARI – Warung Sate Kambing Dadakan Leces Gaul yang berlokasi di Jalan Parakanmuncang Simpang Desa Raharja Kecamatan Tanjungsari Sumedang, tak hanya hadir sebagai tempat makan bagi penikmat daging kambing pilihan.

Namun, pelayanan yang ramah dengan pramusaji yang cantik dan mempesona, menjadi daya tarik pelanggan. Meski warung makan pinggir jalan, namun tak kalah dengan warung makan ala restoran ternama.

“Pelayannya cantik cantik dan ramah. Jadi betah jika makan di sana,” ucap Nanang Herman salah seorang pelanggan Sate Mang Eet.

Selain itu, lanjut Herman, lahan parkir yang luas dan tanpa ditarif parkir, menjadikan pelanggan bebas lama-lama di warung makan tersebut. Jika ada rijki lebih, boleh pelanggan memberi ke tukang parkir yang merangkap jadi pengipas sate itu.

“Yang menggugah selera daging kambingnya baru saja dipotong dan bumbu resep rahasia menjadikan warung makan ini tak pernah sepi pengunjung,” katanya.

Tak hanya sate, lanjutnya, gule kambing dan sapi juga tak kalah nikmatnya. Rasa gule yang khas dengan daging sapi dan kambing dadakan, membuat dagingnya empuk dimakan.

Sementara itu pemilik warung, Eet, 50, mengatakan, setiap hari warung satenya tak pernah sepi pembeli. Warung Leces Gaul yang buka dari pukul 08.00 sampai pukul 24.00 itu, dibantu oleh 10 karyawan terdiri dari perempuan 8, laki laki 2 orang.

“Semuanya perempuan muda muda, dan sengaja penampilannya menarik agar pelanggan betah,” katanya.

Awalnya, hanya satu kambing yang laku terjual dalam satu hari. Warung satenya juga sederhana, hanya pembakaran sate dan tempat duduk makan alakadarnya.

Begitu pun dengan parkir kendaraan hanya muat untuk motor saja. Itu lagi di pinggir jalan yang arusnya cepat (jalan provinsi). Kini dalam sehari, dia mampu menjual 5 ekor kambing. Bahkan omzetnya hingga jutaan dalam sehari.

“Alhamdulillah merintis usaha tiga tahun sekarang jadi berhasil. Setiap hari tak pernah sepi pengunjung,” katanya.

Untuk satu porsi sate (10 tusuk) Eet menjualnya Rp 20 ribu. Sedangkan untuk sop (gule), satu porsinya Rp 25 ribu. “Kalau pake nasi tambah Rp 5.000. Pokonya harganya terjangkau tapi rasanya seperti di restoran mewah,” katanya terus terang.

Menurutnya dalam berbisnis itu yang terpenting fokus dan jangan patah semangat. Dia pun mengakui dalam satu tahun berjalan usahanya itu dirinya dikirim ilmu gaib hingga satenya tak laku. Namun, dia tak patah semangat hingga melewati dua tahun usaha dan berhasil sampai sekarang.

“Dulu tidak ada tempat parkir, sekarang alhamdulillah tempat parkir luas, mobil pun masuk beberapa unit. Tanah ini saya sewa dari seseorang,” tuturnya.

Hingga kini, dia dibantu 10 karyawan termasuk para kerabatnya. Sehingga dia mampu mengurangi pengangguran di Kecamatan Pamulihan. (imn)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.