oleh

Pemakaman Ibunda Jokowi Dikemas Sederhana

SUMEDANGEKSPRES.COM, Karanganyar – Tak ada yang istimewa dalam prosesi pemakaman. Hanya doa-doa tak pernah lepas dari khidmatnya sebuah tradisi Brobosan, sebelum menghantarkan orang tercinta ke liang lahat.

Sesampainya di makam, jenazah sudah disambut keluarga. Di pemakaman ibunda, terdapat makam ayah Presiden Jokowi, Widjiatno Notomihardjo. Termasuk kedua orang tua Sudjiatmi serta beberapa kerabat lain, di antaranya adik ipar Jokowi.

Presiden terlihat yang mengenakan kemeja putih, celana hitam, kopiah, dan masker tampak berada di liang lahat saat proses pemakaman Sudjiatmi Notomihardjo. Sebelum mengantarkan jenazah ibundanya, Presiden dan keluarga melakukan tradisi Brobosan.

Dalam tradisi itu, Presiden sebagai anak laki-laki tertua bersama anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan, tiga kali berjalan berurutan di bawah peti mati yang angkat oleh petugas.

Upacara Brobosan diselenggarakan di halaman rumah Sudjiatmi di Jl Pleret Raya 9A, Banyuanyar, Solo, Jawa Tengah, yaitu sebelum dimakamkan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua.

Tradisi brobosan dilangsungkan secara berurutan yaitu peti mati dibawa ke luar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas setelah upacara doa kematian selesai.

Tampak putra tertua Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka juga memegang foto sang eyang putri. Keduanya juga mengenakan masker karena kondisi Solo statusnya kejadian luar biasa (KLB) wabah Covid-19.

Prosesi selanjutnya, menshalatkan jenazah di Masjid Baturrachman atau sekitar 100 meter dari rumah duka. Tampak terlihat Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretari Negara Praktikno, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erik Tohir, Ketua PSSI Mochamad Iriawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama keluarga, dan diikuti iringan pasukan pembawa jenazah berjalan menuju Masjid Baturrachman di kampung setempat sekitar pukul 12.00 WIB. Para pengiring jenazah almarhumah Sudjiatmi termasuk Presiden Jokowi terlihat mengenakan masker, karena kondisi Solo statusnya kejadian luar biasa (KLB) wabah Covid-19.

Bahkan, wartawan yang diizinkan masuk ke kawasan masjid harus screening yang dilakukan seperti pengukuran suhu tubuh dan menggunakan masker dan tangannya disemprot dengan hand sanitizer.

Setelah menjalani prosesi shalat jenazah sekitar 15 menit kemudian kembali dibawa ke depan rumah duka yang sudah siap sebuah mobil jenazah untuk membawa ke tempat pemakaman dari rumah duka di Jalan Pleret Raya Banyuanyar Solo menuju ke tempat pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurut KH Abdul Karim (Gus Karim) pengasuh Ponpes Al Quraniy Azzayadiy Solo prosesi pemakaman almarhumah Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo, menurut adat jawa termasuk upacara Brobosan.

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang melayat almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo juga tidak berlama-lama. Setelah bertemu Presiden ia pun bergegas kembali ke Jakarta meninggalkan rumah duka.

”Sosok Sudjiatmi Notomihardjo sudah dikenal sebelum Jokowi menjabat menjadi Presiden. Saya hormat kepada ibu Noto ini, karena kesederhanaannya. Saya berduka sedalam-dalamnya atas kepergian Ibunda Presiden Joko Widodo ini,” kata Luhut dikutip dari FIN.CO.ID (Group SumedangEkspres.com).

Baca Selengkapnya…!!!

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed