Pemalsu SIM Ditangkap, Pelaku Ngorder Juga Buku Nikah

Peliput/Editor: iman nurman

Pemalsu SIM Ditangkap, Pelaku Ngorder Juga Buku Nikah

OPERASI: Polisi menggelar razia kendaraan di perbatasan Sumedang-Bandung guna menyisir SIM palsu, kemarin.

JATINANGOR – Gerak cepat kepolisian mengungkap pemalsu Surat Izin Mengemudi (SIM) membuahkan hasil. Adalah, Unit Intel Den A Pelopor Satbrimob Polda Jabar, berhasil membekuk Didin Nurdin (46), pelaku yang diduga kerap menerima order memalsukan dokumen penting lainnya, seperti STNK dan Ijazah.

“Pelaku ini bernama Didin Nurdin (46), kita langsung menggeledah rumah pelaku di Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek Kabupaten,” ujar Kapala Detasemen (Kaden) A Pelopor Satbrimob Polda Jabar AKBP Dedi Suryadi di Mako Satbrimob Polda Jabar, Jalan Kol Ahmad Syam, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Jumat (23/10).

Terang Dedi, pelaku kerap memalsukan berbagai dokumen penting berlabel resmi kelembagaan. “Setelah mendapat laporan kita langsung perintahkan tim intelijen kita, dan hasilnya kita mendapatkan pelaku yang bisa memalsukan dokumen-dokumen penting itu,” katanya.

Dedi mengatakan, proses pelidikan mengungkap dan menangkap pelaku, memakan waktu tiga hari sejak menerima laporan awal. Kata dia, Unit Tntel terlebih dahulu memancing pelaku, dengan melakukan transaksi pembuatan STNK dan kartu kuning via telepon seluler.

Setelah itu, lanjut Dedi, pelaku membuatkan dokumen tersebut dan bertemu dengan salah satu petugas Unit Intel di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung. Setelah bertatap muka, petugas langsung membekuk pelaku dan menggeledah rumah pelaku.

Dedi menambahkan, hasil penggeledahan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku untuk memalsukan dokumen-dokumen tersebut. Di antaranya, lanjut Dedi, satu unit perangkat komputer berikut alat print dan scaner, stempel beberapa kelembagaan, hairdryer dan cairan penghapus tinta.

“Kita juga menemukan satu alat penghisap sabu, berikut belasan bungkus bekas paketan sabu. Setelah kita lakukan tes urin, ternyata pelaku positif menggunakan narkoba,” katanya.

Dedi mengatakan, pelaku akan dilimpahkan penangannya ke pihak Polres Bandung. Namun demikian, pihaknya akan terus mengembangkan dan menyelidiki kasus tersebut lebih lanjut.

Pasalnya, kata dia, masih ada dua orang berinisial Ambon dan Ahong yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang memiliki kasus sama seperti Didin.

“Kita akan kembangkan penyelidikan, mulai dari mana pelaku mendapatkan narkoba, siapa saja yang sudah memakai jasa pelaku, dapat fisik buku nikah dari mana. Karena dari kesaksian pelaku, para pengguna jasa sebagian besar adalah karyawan pabrik,” katanya. (imn)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js