Pemangkasan DAU Pengaruhi Rencana Kerja

Peliput/Editor: SOBAR BAHTIAR/SUMEKS

Pemangkasan DAU Pengaruhi Rencana Kerja

SAMPAIKAN LAPORAN: Ketua TAPD Pemda Sumedang Zaenal Alimien saat menyampaikan laporan dalam kegiatan, kemarin.

Jumlah Peserta Program Dikurangi

SUMEDANG – Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2017, mengalami pemangkasan oleh pemerintah pusat. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi belanja daerah yang tidak produktif.

Sekda Kabupaten Sumedang Zaenal Alimin mengatakan, pemangkasan DAU tahun ini turut berdampak dalam perencanaan kerja pemerintahan di Kabupaten Sumedang. Sebelumnya, Zaenal menerangkan, DAU bersifat block grand bersama sumber pendapatan lainnya. Adapun dana anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja pegawai, belanja publik dan lain-lain.

“DAU ini di seluruh Indonesia kena rasionalisasi, sedangkan DAK tidak. Untuk di Kabupaten Sumedang, yang jelas pemangkasan tersebut mengganggu perencanaan dan output belanja yang sebelumnya telah ditetapkan,” kata Zaenal saat dihubungi sejumlah wartawan, kemarin (14/12).

Zaenal menuturkan, sebagai contoh nilai anggaran untuk kegiatan dalam APBD murni ditetapkan Rp 200 juta. Namun karena DAU tersebut dirasionalkan di tengah perjalanan, berubah menjadi Rp 150 juta. Maka tentunya pemerintah harus mensiasatinya.

“Jadi, yang tadinya sasaran program merambah untuk 50 orang maka jumlah peserta program ini terpaksa kita kurangi,” ujarnya.

Sekda menerangkan, turunnya anggaran untuk DAK dan DAU juga dinilai berbeda. Untuk DAU diberikan langsung dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

“Kalau DAK diberikan pemerintah per bidang. Contoh bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan lain sebagainya,” terangnya.

Ketika ditanya mengenai pemotongan DAU di wilayah Kabupaten Sumedang, Zaenal menegaskan hanya sekitar 1,7 persen. “Jumlahnya triliunan. Untuk DAU ini di Kabupaten Sumedang sendiri dipotong sebesar 1,7 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sumedang Yogie Yaman Sentosa menyebutkan jika DAK tidak terlalu berpengaruh.

“DAK itu untuk infrastruktur.Sehingga tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap pemerintah kabupaten. Dana untuk infrastruktur daerah kan bisa ditekan melalui APBD maupun cukai daerah. Justru pemangkasan DAU yang dirasakan sangat berat. Karena mempengaruhi belanja pegawai Pemkab Sumedang,” tandas Yogie. (bay)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.