Pembacok Sopir Truk Diciduk

Pembacok Sopir Truk Diciduk

BARANG BUKTI: Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata SIK menunjukan barang bukti yang digunakan pelaku pembacokan kepada sopir truk saat ekspose di Mapolres Sumedang, kemarin. (ASEP NURDIN/SUMEKS)

PEWARTA: ASEP NURDIN/SUMEDANG EKSPRES

Satu Pelaku Pelajar Satu Lagi Mahasiswa

KOTA – Dalam waktu singkat, lima pelaku pembacokan terhadap sopir truk warga Tasikmalaya hingga meninggal dunia, berhasil diciduk. Para pelaku yang melakukan aksinya di Dusun Warung Cina RT/RW 03 Desa Mangun Arga Kecamatan Cimanggung itu, ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sumedang bekerja sama dengan Unit Reserse Mobil (Resmob) Polda Jabar.

Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata SIK mengatakan, ke lima pelaku berinisial RZL alias Krisna, JA alias Juli, HNA alias Hilman, HHK alias Heru dan AY alias Aris.

“Para pelaku kita amankan dari sejumlah tempat berbeda di sekitar kawasan Rancaekek, Cileunyi dan Cimanggung,” katanya dalam gelar perkara di Mapolres Sumedang, kemarin (9/1).

Menurut kapolres, dua diantara pelakunya masih berstatus sebagai pelajar dan mahasiswa. “Ini murni untuk melakukan kejahatan-kejahatan premanisme semata,” ujar Hari Brata.

Tindak kejahatan premanisme yang dilakukan komplotan tersebut, berupa pemalakan dan melakukan pemerasan. Para pelaku tersebut, biasanya beroperasi di wilayah Rancaekek Kabupaten Bandung.

“Hanya saja mereka beralih jadi beroperasi di wilayah Sumedang,” tutur AKBP Hari Brata.
Disebutkan, korban dan para pelaku tidak saling mengenal. Mereka (korban dan para pelaku) hanya kebetulan berada di tempat dan waktu yang tidak tepat.

Hari Brata menerangkan juga, para pelaku bukan warga Sumedang. “Mereka ini dari Rancaekek. Mereka baru masuk ke wilayah Kabupaten Sumedang. Ke limanya kami amankan dari beberapa wilayah yaitu sebagian Rancaekek dan sebagian lagi di Sumedang,” pungkasnya.

Korban saat kejadian nahas tersebut terjadi, sedang makan malam untuk melanjutkan perjalanan dari arah wilayah Bandung menuju Garut. Peristiwa pembacokan sendiri terjadi pada Kamis (4/1) pukul 01.30 dini hari. Korban dibacok para pelaku karena korban menolak memberi uang dan rokok pada pelaku. Korban tewas di tempat setelah mendapatkan luka bacok di bagian kepala, tangan dan kaki, juga mendapatkan pukulan dari pelaku.

HHK, 24, salah salah seorang pelaku, mengaku spontan membacok korban yang menolak saat dimintai uang rokok, usai korban makan di warung nasi goreng.

“Teman saya, meminta untuk uang roko sama dia (korban) tapi nolak. Saya rangkul dia malah dia mendorong secara spontan saya bacok,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, HHK dan saudaranya yang diketahui masih berstatus pelajar, langsung menghajar korban. HHK sendiri mengaku, tiga kali membacok korban dibagian kepala dua kali dan satu kali di bagian lengan.

“Saya bacok dia, lalu saudara saya mukul. Korban sempat lari keluar warung kami kejar, lalu dicegat teman-teman yang di mobil ga jauh dari warung nasgor. Setelah itu saya ga tau lagi,” paparnya.

Tersangka dengan tato yang memenuhi lengan dan kaki ini juga mengaku, saat menganiaya korban dirinya dan rekan-rekannya dalam keadaan mabuk.

“Kita sedang dalam keadaan mabuk, tidak ada niat seperti itu. Awalnya kami ada delapan orang, sedang mencari orang yang membacok teman karena ga ketemu, lalu pada pulang tinggal berlima,” paparnya.

Selanjutnya, HNA, 17, tersangka yang masih belia ini mengaku hanya memukul korban saja. “Saya hanya ikut-ikutan saja, bukan saya yang malak. Hanya ikut mukul,” tandasnya. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.