Pembebasan Lahan Hambat Cisumdawu

img

Menteri ATR: Oktober 2020 Sudah Beres

SUMEDANGEKSPRES.COM – Menteri Agraria dan Tata RuangĀ  (ATR) Sofyan A Djalil, mengakui terdapat beberapa kendala yang ditemui dalam pembangunan Tol Cisumdawu. Diantaranya, terkait pembebasan lahan.

Menurutnya, pembebasan lahan masih jadi penghambat utama. Pembebasan lahan ini, sangat penting untuk dilakukan percepatan, karena berpengaruh terhadap pembangunan proyek Cisumdawu. Hal itu disampaikan Menteri ATR, Sofyan Djalil beserta jajarannya saat melakukan monitoring progres pembangunan jalan tol Cisumdawu, Sabtu (18/7).

“Sulitnya kendala tofografi dan pekerjaan teknis lainnya itu bisa dengan mudah dikerjakan oleh PU dan kontraktor. Tapi kalau masalah tanah tidak beres mereka tidak bisa kerja. Kita percepat, pengadaan tanah ini tidak boleh tertunda karena akan tertunda proyeknya,” ungkap Sofyan didampingi Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir.

Sofyan A Djalil menyebutkan, kunjungannya kali ini untuk memastikan pembebasan lahan berjalan lancar. Karena ditargetkan, paling lambat akhir Tahun 2021, Cisumdawu harus sudah tersambung dengan Bandung sampai Cipali.

Dikatakan, untuk masalah pembebasan tanah pembangunan jalan tol, masih terdapat masalah sengketa pengadaan tanah di beberapa lokasi. Namun, kata dia, pihaknya sudah berupaya melakukan rekonsiliasi dalam proses pembebasan tanah tersebut.

“Masih ada masalah di Cileunyi dan Cilayung karena sengketa, tetapi sudah direkonsiliasi. Targetnya Cilayung kemudian Sirnamulya selesai bulan Agustus. Kita berupaya supaya hambatan pengadaan tanah dapat teratasi, sehingga target 2021 jalan ini tembus,” katanya.

Sofyan menjelaskan, progres pengadaan lahan Cisumdawu  untuk tahap I saat ini sudah mencapai 98,81%. Sedangkan untuk tahap II, progresnya baru mencapai 17, 41 persen. Meskipun baru mencapai 17 persen, dirinya meyakini, melalui keterlibatan dan bantuan dari semua pihak, target pengadaan tanah untuk tahap II bisa tercapai.

Insya Allah, untuk lahan bulan Oktober 2020 sudah beres. Nanti kita rasakan dampaknya luar biasa terhadap pembangunan Jawa Barat. Dari Cirebon ke Bandung, dari bandara akan berkembang, maka penting sekali proyek ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satker Tol Cisumdawu, Yusrizal Kurniawan mengatakan dalam kunjugannya, Menteri ATR memantau kesiapan dan permasalahan pembebasan lahan yang menghambat proses pembangunan. Sebab, dari segi kontruksi tidak ada masalah.

“Kunjungan pa menteri untuk meninjau permasalahan lahan di Tol Cisumdawu, kantor pertanahan (BPN) juga datang. Intinya di Oktober ini diharapkan sudah selesai. Dan target 2021 Tol Cisumdawu sudah bisa digunakan untuk akses ke Cipali dan BIJB,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Arie Yuriwin, Direktur Utama PT. BIJB Salahudin Rafi, Sekretaris Daerah Herman Suryatman, para Asisten dan para Kepala SKPD. (atp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.