oleh

Pemda dan Panitia Tari Umbul Kolosal Klaim Tidak Abaikan Keselamatan Peserta

SUMEDANG – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menanggapi pemberitaan miring yang ditudingkan kepada Pemerintah Daerah dan panitia Tari Umbul Kolosal yang dilaksanakan di Waduk Jatigede beberapa waktu lalu.

Beberapa pihak menyebutkan, jika Pemda dan panitia penyelenggara mengabaikan keselamatan para peserta pada perhelatan Tari Umbul Kolosal di Jatigede yang menyebabkan 78 orang pingsan dan belasan orang kesurupan di penghujung Tahun 2019.

“Atas Pemerintah Daerah, pertama saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat baik yang terlibat langsung dalam acara maupun tidak sehingga bisa berlangsung sesuai rencana,” ujar Kabag Humas dan Protokol Pemda Sumedang H Asep Tatang Sujana, Jumat (3/12).

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh para peserta dan panitia sangat patut mendapat apresiasi karena mampu menyajikan atraksi yang sungguh mempesona meski melibatkan begitu banyak orang.

“Secara pribadi saya sendiri begitu tersentuh dan sangat terkesan dengan penampilan kemarin. Para penari melakukan gerakan secara serempak. Begitu indah dan begitu memukau. Untuk menghasilkan ini, tentu banyak pengorbanan yang diberikan,” ucapnya.

Akan tetapi, lanjut Asep, pihaknya menyayangkan adanya pihak yang menyudutkan Pemda dan panitia dengan menuding abai atas keselamatan peserta.

“Saya melihat sendiri secara langsung betapa tanggapnya para petugas medis yang berjaga di Posko menangani para peserta yang pingsan atau kecapekan. Tidak ada satu pun yang dibiarkan, semuanya ditangani,” terang Asep.

Tak hanya itu, bahkan semua yang hadir, termasuk penonton, turut membantu penyembuhan para penari yang jatuh pingsan maupun yang kesurupan.

“Semuanya secara spontan mau membantu, termasuk dari pihak keamanan bahkan penonton,” sebutnya.

Sementara itu, hal senada disampaikan oleh panitia sekaligus koordinator penari Tatang Sobana. Pihaknya mengaku telah menyiapkan ambulan beserta tim medis di lima titik lokasi acara.

“Itu untuk mobilisasi jika ada yang sakit dan memerlukan evakuasi secepatnya. Dan juga belum termasuk ambulans yang diikutkan dari masing-masing kecamatan,” paparnya.

Dikatakan, setiap ada kejadian oleh masing-masing tim kreatif yang ada di kelompok kecamatan langsung dilaporkan kepada panitia.

“Setelah mendapat laporan dari tim kreatif, kami langsung menjemput ke lokasi untuk melakukan tindakan. Ada yang ditangani di sana, seperti di mesjid. Ada juga yang dibawa langsung oleh ambulans,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya mengakui dan memohon maaf jika dalam pelaksanaan pagelaran tersebut masih ada kekurangan seraya berharap ke depan.

“Atas nama panitia saya ucapkan terima kasih atas kritik dan sarannya. Tentunya ini adalah sebagai pemacu untuk perbaikan ke depannya. Mohon maaf atas segala kekurangan,” tuturnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPRD Sumedang dr Iwan Nugraha menyebutkan, pelibatan kepesertaan secara kolosal harus sangat matang secara persiapan, terutama urusan keselamatan.

Bahkan ia mengatakan, seharusnya momentum paragliding menjadi catatan besar dengan terjadinya kecelakaan atlet. Karena, ternyata persiapan dan pelibatan tenaga medis dan infrastrukturnya tidak dilakukan secara optimal. Apalagi ini sampai melibatkan ribuan orang.

“Saya turut prihatin dan berduka¬† dengan berjatuhannya puluhan korban pingsan dan kesurupan pada acara tersebut. Jangan sampai kedepannya menjadi stigma yang kurang baik terhadap event-even yang diadakan oleh pemda,” pintanya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed