Pemda Dinilai Lambat Menangani Relokasi Gedung Sekolah di Wilayah Genangan

Peliput/Editor: HERI PURNAMA

Pemda Dinilai Lambat Menangani Relokasi Gedung Sekolah di Wilayah Genangan

Jangankan Membangun Baru, Lahannya pun Belum Ada

Heri purnama/sumeks
TERGANGGU: Proses KBM di SDN Cipaku masih berlangsung di bangunan sekolah lama karena gedung sekolah yang baru belum ada.

Relokasi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah genangan Waduk Jatigede, dianggap baru sebatas wacana. Sebab, hingga kini, belum ada tanda-tanda pemerintah daerah, membangun gedung baru di tempat relokasi. Hal ini, pun mendapat reaksi dari berbagai pihak, termasuk di internal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sendiri. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Darmaraja

Sebagain besar guru-guru SDN di Kecamatan Darmaraja, mengaku belum tenang menghadapi proses penggenangan Waduk Jatigede. Pasalnya, gedung sekolah yang baru di tempat relokasi, nyatanya belum dibangun oleh pemerintah daerah. Padahal, saat ini proses penggenangan sudah berlangsung, dan dalam beberapa bulan kedepan, sebanyak sebelas sekolah dasar di kecamatan tersebut, bakal menjadi bagian sejarah.

Seperti dikatakan Pengawas Sekolah UPTD PNFI TK dan SD Kecamatan Darmaraja, Walip S Wikarta, bahwa sampai sekarang belum ada upaya langsung dari Disdikbud untuk pembangunan gedung sekolah pengganti tersebut, padahal penggenangan sudah dimulai sejak 31 Agustus lalu.

Walip juga mengatakan, bahwa seharusnya Disdikbud segera merealisasikan bangunan baru untuk sekolah-sekolah yang akan tergenang. Bahkan, menurut dia, seharusnya bukannya baru sekarang akan membangun relokasi untuk sekolah, akan tetapi jauh-jauh hari sebelum penggenangan dimulai, gedung sekolah sudah dibangun.

“Seharusnya pemda itu sudah mambangun SD sebelum penggenangan Waduk Jatigede dimulai, bukan sekarang baru mau mulai membangun. Itu pun baru sebatas obrolan saja karena sampai sekarang, untuk lahannya juga belum ada,” ungkap Walip saat berbicang bersama Sumeks, baru-baru ini.

Walip mengatakan, di Kecamatan Darmaraja terdapat sebelas SD yang harus direlokasi. Namun, sampai sekarang belum ada satu pun yang dimulai pembangunan, dan bukan hanya itu saja sampai sekarang juga belum ada rencana untuk penghapusan SD. “Untuk rencana pengahapusan SD juga, sampai sekarang belum ada, kan SD akan pindah masa masih pakai nama sekolah lama,” tuturnya.

Lanjut dia, adanya solusi untuk SD pindah ke tempat sementara, dikawatirkan akan menimbulkan masalah baru. Seperti sekarang, SDN Cipaku yang direncanakan pindah ke sebuah bangunan milik yayasan, itu pasti kedepannya akan menimbulkan permasalahan baru.

“SD Cipaku kan pindah ke yayasan, otomatis nantinya akan menggunakan fasilitas yang ada di yayasan tersebut. Pastinya, yayasan akan menuntut ganti rugi kalau saja, setelahnya ada fasilitas yang rusak setelah digunakan oleh SD Cipaku. Belum juga masalah listrik dan lainnya. Itu permasalahan baru yang pastinya belum akan muncul. Kompensasi kan harus jelas,” tegas walip diamini beberapa kepala sekolah yang ada dikantor UPTD Kecamatan Darmaraja.

Penelusuran Sumeks, memang sampai sekarang belum ada pembangunan untuk SD yang akan direlokasi. Seperti SD di Desa Cisurat Kecamatan Wado. Bahwa tanah untuk pembangunan SD sudah disiapkan pihak desa, akan tetapi sampai sekarang belum juga ada kegiatan untuk pemabangunan dua SD tersebut

Sedangkan untuk proses kegiatan belajar mengajar, masih menggunakan bangunan lama, karena bangunan SD yang baru, belum tersedia. Sementara, jika proses KBM dipindahkan ke tempat lain, di daerahnya tidak ada tempat yang strategis untuk dilaksanakan proses pembelajaran sementara. “Masa harus belajar di bawah tenda, kan kasihan anak-anak, ya sebelum bangunan yang baru ada, saya intruksikan untuk menempati bangunan yang lama’,” jelas Kepala Desa Cisurat, Asep Widiana saat ditemui di ruangan kerjanya. (*)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.