Senin, 3 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

suemks images

TUNJUKAN: Kepala Desa Karangpakuan, Darmu menunjukan salah satu pohon yang ditanam oleh warganya pada program pohon nikah. HERI PURNAMA/SUMEKS

Pemdes Karangpakuan Galakan Program Pohon Nikah

SUMEDANGEKSPRES.COM – Pemerintah Desa Karangpakuan Kecamatan Darmaraja terus galakan pohon nikah di lingkungan desanya. Untuk mengatasi pemanasan global, pemdes tersebut mulai bergerak dari internal kebijakannya sendiri.

Kepala Desa Karangpakuan, Darmu menyebutkan, pohon nikah tersebut merupakan upaya pemdes untuk melestarikan pohon yang bermanfaat bagi kehidupan manusia pada umumnya.

Pihaknya optimis, program pohon nikah ini akan bermanfaat, baik bagi alam maupun manusianya dalam waktu jangka panjang.

“Pohon nikah ini sebagai simbol, bahwa akan ada penambahan perkembangbiakan manusia, maka dari itu harus ada penambahan tumbuhan juga untuk penunjang kehidupannya,” ujarnya kepada Sumeks, Senin (27/7).

Darmu menegaskan, setiap calon pengantin diwajibkan untuk menanam dua pohon. Penanaman pohon tersebut bisa dilakukan dilahan kosong baik itu tanah desa ataupun milik masyarakat.

“Untuk penanamannya, bisa dilakukan dimana saja, asalkan berpotensi untuk menumbuhkan tanaman tersebut,” ungkapnya.

Saking wajibnya, calon pengantin tidak akan mendapat rekomendasi NA, tanpa membawa pohon untuk ditanam.

“Bentuk ketegasan kita, kami tidak memberikan rekomendasi NA kalau belum membawa bibit pohon,” terangnya.

Pada saat musim kemarau, maka calon pengantin mendapat kelonggaran untuk tidak menanam pohon. Hanya saja, itu dijadikan catatan hutang pohon yang harus ditanam pada musim hujan.

“Kalau kemarau boleh tidak membawa bibit pohon, tapi itu dijadikan hutang, maka mereka wajib menanam pohon tersebut pada saat musim hujan tiba,” tuturnya. (eri)