Pemdes Tanjung Terus Berbenah

Peliput/Editor: DOK.SUMEKS

Pemdes Tanjung Terus Berbenah

GAPURA BATAS: Seorang warga Desa Tanjung saat menunjukkan gapura batas Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Indramayu yang dibangun Pemerintah Desa Tanjung.

SURIAN – Desa Tanjung Kecamatan Surian berpotensi untuk berkembang dan menjadi salah satu wilayah yang diperhitungkan di Kabupaten Sumedang.

Terbukti, pada tahun 1980 hingga tahun 1990 an daerah ini merupakan daerah terisolir. Namun, sekarang semenjak adanya jalan provinsi antara Cijelag – Cikamurang – Subang, secara perlahan daerah ini mulai berkembang. Seperti diungkapkan Kaur Pemerintahan Desa Tanjung, Eling Sudarma.

“Apalagi, setelah adanya tol Cipali akses menuju kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya semakin cepat. Terutama, untuk memasarkan hasil bumi dari Desa Tanjung dan wilayah Kecamatan Surian lainnya,” kata Eling kepada Sumeks saat memulai obrolan di kantornya, Kamis (21/12).

Dikatakan Eling, saat ini hasil bumi dari Desa Tanjung banyak dibawa oleh bandar-bandar dari Kabupaten Indramayu dan Subang. Para petani dan warga juga sudah tidak perlu memasarkan sendiri hasil buminya. Terkait harga, sudah cukup bagus dan tidak rendah lagi seperti dulu.

“Bandar juga sangat mudah untuk memasarkannya ke kota besar seperti langsung ke pasar Kramatjati Jakarta melalui tol Cipali yang hanya ditempuh dalam waktu 2 hingga 2,5 jam,” tegasnya.

Disebutkan Eling, banyak potensi-potensi pertanian yang dapat menjadi andalan dari Desa Tanjung dan wilayah Kecamatan Surian lainnya. Sepeti tanaman buah pisang, jengkol, pete dan durian.

“Tetapi, yang paling dominan dalam 4 hingga 5 tahun kedepan adalah tanaman lada. Tanaman lada akan menjadi primadona bagi para petani di Desa Tanjung karena sangat cocok dengan iklim dan harganya yang tinggi,” jelasnya.

Dikatakan Eling, wilayah Desa Tanjung sendiri merupakan daerah yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Subang di barat dan Kabupaten Indramayu di utara.

Sebutnya, perkembangan wilayah yang berada di kedua kabupaten itu sangat berpengaruh bagi pembangunan di Desa Tanjung. Seperti, mulai banyaknya industri-industri yang ada di Kabupaten Subang dan di Indramayu. Baik industri tekstil, helm, makanan dan peternakan.

“Bahkan, sudah ada empat perusahaan peternakan besar mulai masuk ke wilayah Desa Tanjung dan Desa Nanjungwangi Kecamatan Surian. Selain itu, sudah banyak pula tenaga kerja wanita dari Desa Tanjung dan wilayah Kecamatan Surian lainnya mulai terserap oleh industri-industri yang ada di Kabupaten Subang,” terangnya.

Menurutnya, perkembangan Desa Tanjung kedepan harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur. Sebutnya, masih banyak infrastruktur jalan yang masih jelek menuju Desa Tanjung dari arah Sumedang.

Seperti jalan kabupaten antara Desa Suriamedal dengan Desa Tanjung yang masih jelek sepanjang kurang lebih dua kilometer ataupun jalan antara Desa Tanjung hingga Desa Nanjungwangi sepanjang kurang lebih dua kilometer.

“Begitu pula jalan akses dari jalur provinsi Cijelag – Cikamurang – Subang menuju Desa Tanjung sepanjang satu kilometer yang berada di wilayah Desa Bantarwaru Kecamatan Gantar Kabupaten Indramayu. Jalan itu masih terhitung buruk meski tidak sejelek dulu,” tutupnya.

Seiring dengan akan dibangunnya Bendungan Sadawarna, Desa Tanjung akan terus berkembang.

“Beberapa tahun kedepan, kami ingin membentuk sebuah Desa Singgah. Tentunya itu disesuaikan dengan potensi Desa Tanjung sebagai daerah pertanian,” ujar Kepala Desa Tanjung Ade Suryaman menambahkan. (atp)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.