oleh

Pemkab Janji Perhatikan Pasukan Kuning

KOTA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumedang, mempersembahkan aksi teatrikal saat Upacara Peringatan Hari Ibu yang digelar di Alun-alun Sumedang, Sabtu (22/12). Teatrikal itu, menceritakan kebersihan dan keindahan Kota Sumedang dahulu yang dianggap sebagai Kota Buludru.

Karena ulah manusia yang sifatnya merusak dan mengotori lingkungan, membuat pihak lain ikut bertanggungjawab dan berusaha memperbaiki. Hal itu, tergambar dari pasukan kuning yang datang untuk membersihkan lingkungan kotor yang disebabkan orang-orang tidak sadar kebersihan.

Teatrikal tersebut, menggambarkan juga bagaimana masyarakat dan pemerintah bisa bekerjasama untuk membangun kembali Sumedang sebagai kota Buludru. Penampilan tersebut menimbulkan decak kagum bagi para tamu undangan dan penonton yang hadir, dengan memberikan tepuk tangan yang meriah.

Bukan hanya aksi teatrikal yang memicu semangat kebersihan warga Sumedang, tetapi pemerintah juga mengapresiasi berbagai lembaga, instansi, kecamatan-kecamatan, desa-desa dan SKPD di Sumedang. Terdapat kategori lingkungan terbaik dan terburuk, yang disematkan bagi beberapa lembaga, instansi, kecamatan-kecamatan, desa-desa dan SKPD.

Hadiah sebagai bentuk apresiasi penghargaan lomba kebersihan, diberikan langsung bupati dan wakil bupati berupa plakat dan uang secara simbolis. Disampaikan pembawa acara apresiasi bagi yang terbaik ataupun terburuk bertujuan untuk memacu berbagai kalangan untuk meningkatkan keberihan Kabupaten Sumedang, agar kembali menjadi Kota Buludru.

Selain itu, di akhir kegiatan, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menghampiri pasukan kuning yang tengah beristirahat di dekat Lingga Alun-alun Sumedang. Dalam pembicaraannya, bupati menyampaikan motivasi agar pasukan kuning terus bersemangat dalam menjalankan tugasnya, agar Kabupaten Sumedang selalu bersih.

“Kalau melihat yang kotor itu cepat-cepat dibersihkan. Kedepannya pemerintah akan memperhatikan kesejahteraan bapak ibu,” ujar H Dony Ahmad Munir kepada petugas kebersihan dari pasukan kuning.

Penyampaian bupati, pun menjadi semangat bagi pasukan kuning yang terlihat dari kekompakannya dalam merespon pembicaraan bupati. “Dengan apresiasi seperti ini, mudah-mudahan yang berprestasi bisa mempertahankannya, bahkan meningkatkannya. Sedangkan anugerah kotak hitam mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran dan motivasi agar konsen terhadap kebersihan. Kebersihan harus menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan ini, Lomba Kebersihan bukan hanya menjadi formalitas tetapi ada maknanya dan menjadi termotivasi,” ujar Dony. (cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed