Pendidikan Berbasis Kasih Sayang

Pendidikan Berbasis Kasih Sayang

FOTO-FOTO: ASEP NURDIN/SUMEKS

PEWARTA: Asep Nurdin/Usep Adiwihanda

***Paguyuban Motekar Sumedang dan FOKS Gelar Seminar

KOTA – Forum Osis Kabupaten Sumedang (FOKS) bekerja sama dengan Paguyuban Motekar Sumedang, menggelar acara seminar guru dengan tema Guru Idaman Pelajar, Sabtu (29/4). Acara yang digelar di Gedung IPP Sumedang itu sebagai Implementasi pendidikan yang Berbasis Kasih Sayang.

Bagaimana tidak menarik, acara yang dihadiri lebih dari 200 tenaga pengajar itu, mendatangkan dua orang nara sumber, tokoh Pendidikan,  Prof Dr Mohamad Surya serta seorang motivator, Muvtizar Solichin.

“Acara ini sengaja kami gelar, dalam rangka menyambut hari pendidikan nasional,” kata Dadan Firmansyah, ketua panitia seminar, disela-sela kegiatan.

Menurutnya, peringatan Hardiknas bukan  hanya diisi dengan upacara bendera saja. Melainkan, bagaimana caranya mengimplementasikan sosok Ibu Een Sukaesih ke dalam dunia pendidikan.  

“Disini kita sama-sama mengingat kembali kiprah beliau semasa hidupnya  yang begitu ikhlas dalam mengajar. Sehingga muncul apa yang dinamakan guru berbasis kasih sayang,” tuturnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Pembina Paguyuban Motekar Sumedang, Herman Suryatman, mengapresiasi kegiatan yang digelar Forum Osis Kabupaten Sumedang.  Menurutnya, acara tersebut sangat luar biasa.

Karena dapat memotivasi para tenaga pengajar untuk senantiasa melanjutkan perjuangan sang Guru Qolbu, Een Sukaesih.

“Ini suatu kebanggan bagi kami di Paguyuban Motekar, karena salah satu perhatian kami di dunia pendidikan ternyata sekarang sudah tertransformasi kepada anak-anak SMA,” terang Herman.

Artinya, lanjut Mantan Kadisdik Sumedang ini, kepedulian terhadap dunia pendidikan bukan hanya pemerintah dan pegiat peduli pendidikan saja, akan tetapi siswa juga yang notabenenya sebagai objek pendidikan, mampu menjadi subjek.  

“Terbukti mereka sanggup menyelenggarakan kegiatan seminar guru, meskipun dalam persiapan yang serba terbatas,” ucapnya.

Ini juga, kata Herman, merupakan implementasi pendidikan berbasis kasih sayang yang sebelumnya sudah dilakukan oleh Paguyuban Motekar.

“Anak-anak Osis sudah bersinergi dengan apa yang sudah kami lakukan. Mudah-mudahan dengan adanya inisiatif dari forum Osis, Sumedang yang terkenal sebagai kota pendidikan, akan terus menyandang predikat tersebut hingga masa yang akan datang,” tuturnya. (nur/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.