oleh

Pengembang Dituding Biang Kerok Penyebab Banjir Lumpur di Desa Rancamulya, Sumedang

SumedangEkspres.com – Untuk keempat kalinya, jalur provinsi di Rancamulya terendam banjir lumpur, Selasa (21/1). Tak pelak, insiden ini sempat memutus akses jalan Sumedang-Wado.

Kemacetan dari kedua arah tak terhindarkan. Warga yang nekat melintasi jalur itu, tidak sedikit yang terpeleset. Begitu pula warga sekitar menjadi waswas.

Warga menilai, peristiwa keempat kali di deoan SMAN 2 Sumedang itu, akibat pembangunan kawasan perumahan di sekitar kawasan tersebut. Pelajar beserta guru SMAN 2 Sumedang harus tertatih-tatih agar bisa menyebrangi jalan. Bahkan, motor harus dituntun pemiliknya agar tidak terpeleset.

Tidak hanya itu para pengendara yang ingin melintasi jalan tersebut, ada juga yang terpeleset, karena jalan menjadi licin.

Warga Dusun Andir RT 04 RW 08 Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Sudarsono (46) mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.50.

“Awalnya hujan deras. Dari lokasi pembangunan perumahan Rancamulya Residence, airnya sudah meluap. Tak butuh waktu lama, kiranya hanya lima menit, lumpur sudah menutupi jalan,” kata Sudarsono kepada wartawan.

Ia mengatakan, setelah hujan reda, tim dari Pemadam kebakaran, BPBD, Babinsa, Babinkamtibmas dan juga warga, langsung membersihkan jalan yang tertutup lumpur.

“Untung tim yang membantu langsung cepat, dan sigap mengamankan lalulintas serta membersihkan jalan yang tertutup lumpur,” tambahnya

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang Yedi SSos mengatakan, upaya yang dilaksanakan saat itu, membersihkan lumpur yang menutupi akses jalan penghubung Sumedang-Wado.

“Kita sedang berupaya membersihkan material. Muspika Sumedang Utara, telah memanggil pihak pengembang dan diharuskan memasilitasi peralatan untuk sarana penanggulangan bencana,” katanya.

Salah seorang siswa SMAN 2 Sumedang Widia (15) mengungkapkan, ada solusi supaya kejadian serupa tidak terulang untuk kelima kalinnya. Sebab, kejadian itu, menggangu aktivitas belajar mengajar di sekolahnya.

“Pengen cepet-cepet diberesin atuh, kalau kaya gini terus kan akses jalannya susah dilalui. Nanti kita pulangnya lama. Apalagi sekarang, lagi pengayaan jadi pulangnya sore,” pungkas dia. (cr1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed