Pengemudi Xenia Kepergok Nyabu, 5.800 Dextro dan 355 Miras Turut Diamankan

KOTA – Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang, menangkap dua warga yang membawa narkoba jenis sabu dan pil ekstasi di dalam mobil. Kedua orang tersebut yakni, Yusa Syaepul (32) warga Lingkungan Lamepayung, RT 07 RW 06, Kecamatan/Kabupaten Kuningan dan Toto Suharto (42) warga Lingkungan Puhun, RT 05 RW 02, Desa Purwawinangun Kecamatan/Kabupaten Kuningan.

Dari keduanya, petugas mengamankan satu gram paket sabu dan empat butir pil eksatsi disertai korek api yang sudah dimodifikasi sebagai alat hisap sabu.

Kapolres Sumedang, AKBP M Nazly Harahap, melalui Kasat Narkoba Polres Sumedang, AKP I Nyoman Yudhana S.H., M.H., mengungkapkan, penangkapan terjadi setelah kendaraan tersangka kecelakaan di Jalan Raya Bandung-Cirebon, tepatnya di depan SPBU Ciherang, Kamis (31/12) sekitar pukul 20.30.

Saat itu, tersangka yang menggunakan mobil Daihatsu Xenia warna putih, nopol E 1810 YH, melaju dari Bandung ke Kuningan. Di lokasi kejadian, tersangka menabrak sepeda motor Kawasaki Ninja nopol Z 2271 BE, yang dikendarai Jejen Rahayu (22) warga Dusun Sukasari, RT 05 RW 03, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan.

“Saat itu, mobil datang dari arah Bandung dan menyebrang untuk mengisi bensin, namun menabrak motor yang sedang melintas dari arah berlawanan. Setelah berada di RSUD, petugas Satlantas curiga dengan cara bicara tersangka yang seperti dalam pengaruh obat. Ketika kami periksa, ternyata dari dashboard mobil tersangka kami temukan narkoba,” ujarnya kepada Sumeks, Jumat (1/1) dini hari lalu.

Petugas pun langsung mengamankan keduanya. Sementara, Jejen harus mendapat perawatan karena mengalami patah tulang pada kaki kanannya.

Saat diperiksa, keduanya seperti dalam pengaruh narkoba. Dari pemeriksaan awal tersangka mengaku membeli sabu seharga Rp 1,6 juta. Kemudian, menggunakan barang haram tersebut di rumah kontrakan Yusa di Wilayah Jatinangor.
“Kita masih melakukan penyelidikan terkait peran keduanya, apakah pengedar atau pengguna. Selain itu, kita juga masih mengembangkan dari mana mereka mendapatkan narkoba tersebut,” tuturnya.

Atas perbuatannya itu, keduanya terancam pasal 112 UU 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal empat sampai 15 tahun penjara.

Sementara terkait kecelakaan, Kasubnit I Lakalakntas Polres Sumedang, Aiptu Wawan Setiawan, mengatakan baik pemotor maupun sopir mobil sama-sama lalai. Pemotor dianggap lalai karena mengendarai motor tanpa lampu. “Keduanya lalai, motor yang digunakan juga tidak ada lampunya,” tuturnya.

Terpisah, petugas gabungan dari Polsek Cimanggung dan Koramil Cimanggung, berhasil menyita 5.800 butir pil dexstro. Barang haram ini didapat dari hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) jelang pergantian tahun 2016 lalu.

Dalam razia itu, petugas gabungan langsung mendatangi toko obat dan warung yang dicurigai menjual miras dan pil dekstro.
Terbukti, salah satu toko obat di Jalan Raya Bandung-Garut tepatnya di Kampung Tarikolot, Desa Sindangpakuon, Kecamatan Cimanggung, kedapatan menjual pil dexstro.

‚ÄúPetugas menyita sekitar 5800 pil dexstro siap edar di salah satu toko obat saat operasi gabungan dengan TNI bersama puluhan anggota kepolisian,” terang Kapolres Sumedang AKBP, M Nazly Harahap S.IK melalui Kapolsek Cimanggung, Kompol M.A Taufan TS, SH kepada Sumeks, kemarin (3/1).

Menurutnya, beberapa warung obat di sekitar Parakanmucang, sering disalahgunakan dengan menjual pil dexstro. Penyititaan ini pun, bukan kali pertama dilakukan. Sebab obat jenis itu di jual secara bebas, tanpa takaran yang jelas kepada para pembelinya.

Sebelum petugas melakukan operasi, warung yang dicurigai menjual dexstro atau miras, terlebih dahulu dilakukan pengintaian. “Jika dipastikan warung tersebut menjual dexstro, saat itu juga langsung digelar operasi. Hasilnya ribuan pil dexstro berhasil diamankan,” tuturnya.

Di waktu sama, petugas dari Polsek Tanjungsari,juga menggelar operasi pekat. Bahkan dalam gelar itu, sekitar 355 botol miras berbagai jenis berhasil diamankan petugas dari warung atau toko jamu.
“Tidak akan ada teloransi bagi siapa saja yang coba-coba menjual miras atau jenis yang memabukan. Langsung sikat habis,” tegas Kapolsek Tanjungsari, Kompol Kusdi Wibisono. (bay/kos)

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.