oleh

Pengungsi Diserang Penyakit

Korban Longsor Minta Segera Direlokasi

JATINUNGGAL – Korban longsor Desa Cimanintin Kecamatan Jatinunggal, mulai diserang penyakit. Paska insiden pergerakan tanah, warga tinggal di tenda pengungsian darurat beralaskan terpal. Para korban pun mengeluh selalu kedinginan dan merasa gatal-gatal saat tidur di tenda.

Pantauan Sumeks di lapangan, anak-anak di tenda pengungsian mulai terserang berbagai penyakit.

“Ini keponakan saya dari kemarin demam sama batuk. Mungkin karena kondisi di sini (pengungsian) juga yang memang kurang layak,” ujar Eti, 57, salah seorang warga yang tinggal di pengungsian.

Menurutnya, warga berharap ada bantuan berupa karpet ataupun ranjang tidur untuk pengungsi, agar terhindar dari hewan seperti semut atau hewan melata.

“Kami juga butuh selimut. Soalnya kalau malam sangat dingin di sini,” harapnya.
Di samping itu, pemerintah diharapkan segera merelokasi ke lokasi yang aman. Warga mengaku hingga kini belum mengetahui akan direlokasi ke mana. Meski begitu, warga juga tidak keberatan jika harus direlokasi keluar Jatinunggal.

“Mudah-mudahan pemerintah segera merelokasi kami. Nggak apa-apa keluar Jatinunggal juga yang penting aman lah, jangan sampai kena longsor lagi,” harapnya.

Hal senada terakit keluhan tinggal di pengungsian diungkapkan Mimi, 42. “Kalau malam tidur pada keluar dari tanah, badan suka gatal-gatal. Jadi susah tidur, malah kadang pindah keluar saja,” katanya.

Tenda darurat dirasa kurang nyaman bagi pengungsi. Dirinya juga berharap ada bantuan alas tidur yang lebih layak.

“Kalau malam suka basah terpalnya, dingin, banyak nyamuk juga,” tuturnya.
Akibat bencana pergeseran tanah ini, Mimi mengaku kehilangan sawah dan kebun jagungnya yang sudah siap panen. (eri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed