Pengusaha Mebeul Menjerit

PASEH – Para pengusaha mebeul di Desa Bongkok Kecamatan Paseh menjerit. Pasalnya, selama kurun dua tahun ini, pemasaran hasil mebeul mereka terbilang sepi.

Para pengusaha mebeul, pun hanya mengandalkan pesanan langsung dan borongan bangku untuk sekolah. Sementara, untuk pemasaran ke toko langganan berkurang.

“Kalaupun ada pengiriman ke toko, harus saling menjatuhkan harga. Dan, menunggu pembayaran hingga beberapa bulan,” ujar seorang pengusaha mebeul di Pasar Kemis Desa Bongkok, Emod kepada Sumeks, Selasa (1/11).

Diakui Emod, bagi para pengusaha mebeul yang cukup besar, itu tidak terlalu masalah. Sebutnya, mereka sudah mempunyai banyak link pemasaran, borongan ataupun pesanan langsung.

“Bahkan, ada yang sampai ke luar Jawa ataupun luar provinsi. Mereka sudah mempunyai pemasaran tertentu, seperti borongan bangku-bangku sekolah,” tambahnya.

Berbeda dengan para pengusaha kecil. Sebutnya, hal itu akan terasa memberatkan usaha mereka. Terkadang, antar-pengusaha kecil juga saling bertubrukan.

“Misalnya ketika akan memasuki toko, mereka saling membanting harga. Supaya, produk mebel mereka dapat masuk ke toko tersebut,” terangnya.

Emod mengaku tidak mengetahui jelas, penyebab berkurangnya pesanan ataupun sepinya pemasaran toko mebeul. Kemungkinan, sambungnya, saat ini perputaran uang dan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.

Padahal, kata dia, beberapa tahun ke belakang, para pengusaha mebeul banyak tersebar di dua kecamatan (empat desa). Terangnya, jumlah pengusaha hampir mencapai 200 dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 3.000 orang.

Menurutnya, para pengusaha meubeul tersebut, sekarang ini banyak yang gulung tikar.

Jumlah pengusaha mebeul semakin berkurang di wilayah Kecamatan Conggeang dan Kecamatan Paseh.

“Para pengusaha meubeul, terutama pengusaha kecil banyak yang banting stir. Mereka kembali menjadi pekerja ataupun bertani. Padahal, dulu mereka merupakan pengusaha,” tukasnya.

Emod berharap, pemasaran meubeul kembali normal seperti sediakala. Pemesanan dari berbagai daerah, pun bisa kembali normal. “Terutama, dari luar provinsi dan luar jawa, mudah-mudahan pemasaran kembali ramai, dan ekonomi kembali pulih. Para pemesan kembali berdatangan,” tutupnya. (atp)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.