oleh

Pengusaha Properti Digoyang, Penjualan Turun Hingga 80 Persen

SUMEDANGEKSPRES.COM – Setelah menghantam sektor pariwisata dan perhotelan, Covid-19 juga turut menggoyang iklim penjualan properti di Kabupaten Sumedang.

Sejumlah pengusaha properti harus pasrah jika omsetnya semenjak pandemi Virus Korona menyebar, turun hingga lebih 80%.

“Kebutuhan dasar manusia itu kan ada 3. Sandang, Pangan dan Papan. Sekarang semua orang full prioritas di pangan untuk ketahanan konsumsi pangan selama masa penyebaran virus ini,” ujar Ketua Asosiasi Perumahan Nasional (Asprumnas) Kabupaten Sumedang Riki Fazri, kepada Sumeks, Rabu (25/3).

Dikarenakan kondisi tersebut, hingga saat ini pengusaha properti merasa paling terkena dampak oleh bencana wabah penyakit asal China tersebut.

“Pasar nya menurun drastis, sementara rata-rata para pengembang tersebut juga memiliki kewajiban kepada perbankan. Memang sudah ada angin segar dari Presiden tentang penundaan kewajiban melalui OJK, sedikitnya bisa mengurangi beban para pengembang. Tapi penjabaran teknis dan implementasi di setiap perbankan pada kenyataan sering berbeda,” terangnya.

Sementara itu, hingga saat ini penurunan penjualan di Kabupaten Sumedang mencapai lebih dari 80%.

“Namun untungnya Asprumnas Sumedang sebelumnya di bulan Februari telah menyelenggarakan property fair. Itu sedikitnya telah membantu para pengembang dalam penjualan produknya, juga masyarakat dalam kepemilikan rumah. Artinya ada saving penjualan sebelum masa lock down melalui asprumnas property fair,” tuturnya. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed