oleh

Pengusaha Tahu Kecewa Tak Dilibatkan di Even Paragliding

KOTA – Bagi sebagian masyarakat Sumedang, Even West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 akan menjadi sarana promosi pariwisata Sumedang di kancah Internasional. Even ini adalah kejuaraan yang baru pertama kali digelar dan akan diikuti sekitar 160 pilot dari 20 negara.

Namun, hal itu tidak berlaku bagi para pengusaha tahu Sumedang. Mereka merasa dianaktirikan dalam even sebesar West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 tersebut. Pasalnya, mereka tidak dilibatkan dalam even yang akan diikuti oleh 20 negara tersebut.

“Para pengusaha tahu di Sumedang merasa dianaktirikan. Kami tidak dilibatkan dalam even sebesar West Java Paragliding World Championship 2019 yang diikuti oleh atlet atlet dari 20 negara,” ujar Ketua Perajin Pengusaha Pedagang Tahu Sumedang (Pertasum) Rudi kepada Sumedang Ekspres, Jumat (18/10).

Dikatakan Rudi, tahu merupakan sebuah ikon yang sudah mendarah daging untuk Kabupaten Sumedang. Sehingga, julukan yang sering didengar itu adalah ‘Sumedang Kota Tahu’.

“Bergesernya nilai ‘kekinian’ tidak harus melupakan ikon yang sudah melekat bagi Kota kita, Sumedang. Hari ini saat sebuah Kejuaraan Dunia akan berlangsung, sementara ‘Tahu Sumedang Dilupakan’,” tandasnya.

Rudi menuturkan, para pengusaha tahu berencana akan melakukan aksi protes dengan menghadang atlet dari 20 negara yang akan berkunjung ke Kampung Karuhun pada Senin (28/10) mendatang. Pada hari itu bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

“Aksi itu akan didukung para pemuda se-Kabupaten Sumedang dan mahasiswa dari beberapa universitas,” ujarnya.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Sumedang Zulkipli M Ridwan mempertanyakan tidak dilibatkannya para perajin pengusaha dan pedagang tahu Sumedang dalam even sebesar West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019.

“Apakah sudah tidak peduli lagi sama tahu sehingga seakan disembunyikan dari event yang sebesar ini. Padahal, tahu jadi ambasador Sumedang secara nasional dan mancanegara,” jelasnya.

Dikatakan, seharusnya sebelum membuat schedule acara, semua pihak dilibatkan, dan wabil khusus para pengusaha tahu atau perwakilannya. Sebab, semua mengetahui tahu sudah menjadi icon Kota Sumedang.

Disebutkan, tidak semua peserta dan tamu yang datang mempunyai waktu untuk sekedar jalan jalan dan mencicipi Tahu Sumedang langsung ke rumah makan atau warung tahu yang ada di Sumedang.

“Jadi alangkah bijaknya jika diadakan juga pesta tahu di event itu apalagi gratis makan tahu,” tukasnya. (atp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed