Perajin Bongsang Kesulitan Bahan Baku

Perajin Bongsang Kesulitan Bahan Baku

PRODUKSI: Perajin bongsang saat memproduksi bongsang untuk wadah Tahu di salah satu rumah produksi, belum lama ini. (ATEP BIMO/SUMEKS)

PEWARTA: ATEP BIMO AS/SUMEKS

GANEAS – Perajin keranjang tahu (bongsang) di Desa Cikoneng Kulon Kecamatan Ganeas, mengeluh kekurangan bahan baku. Pasalnya, perkebunan bambu yang selama ini banyak tumbuh, perlahan punah akibat tergerus pembangunan perumahan.

Hal demikian disampaikan Ade Sukiman (38) salah seorang tengkulak bongsang asal Desa Cikoneng Kulon. Menurut dia, bongsang merupakan salah satu sumber penghasilan masyarakat di wilayah Desa Cikoneng Kulon. Sebab, hampir sebagian besar warga di daerah itu, bermata pencaharian sebagai perajin bongsang.

Namun muncul persoalan baru, saat ini para pengrajian mulai kesulitan mencari bahan baku. Karena, perkebunan bambu yang semula banyak tumbuh, kini mulai habis dijadikan area pemukiman.

“Warga di sini kan banyak yang jadi perajin bongsang. Jadi, kalau lahan bambunya habis dijadikan pemukiman, otomatis para perajin juga bakal kasulitan mencari bahan baku,” katanya.

Untuk itu, sebelum masalah itu terjadi, pemerintah harus mulai melakukan upaya-upaya agar usaha masyarakat (kerajinan bongsang) yang sudah dijalani puluhan tahun, bisa tetap bertahan.

Berdasarkan data, jumlah perajin bongsang di wilayah Desa Cikoneng sekitar 100 orang lebih. Jadi, apabila bahan baku atau lahan bambu punah, maka berapa ratus keluarga yang akan terkena dampak.

“Sudah turun temurun, perajin bongsang di Ganeas ini. Malah, pemasaran bongsang hasil produksi warga, sudah sampai ke Palembang, Jambi dan Lampung. Makanya, sayang kalau punah,” katanya.

Hal demikian dibenarkan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Cikoneng Kulon, Suryana. “Memang betul, bongsang ini sudah menjadi mata pencaharian masyarakat di desanta. Dan, yang jadi persoalan sekarang, bahan baku untuk bongsong ini memang mulai habis,” katanya.

Persoalan ini, kata Suryana, tentu sudah menjadi bahan pemikiran desa. Karena bagaimanapun juga, pemenuhan kebutuhan bahan baku bongsang harus menjadi perhatian bersama.

“Pesatnya pertumbuhan pemukiman ini memang akan sangat berdampak terhadap pemenuhan bahan baku bongsang. Makanya kami akan mencoba untuk mencari solusi terbaik,” tukasnya. (atp)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.