oleh

Peran Guru BK di Era Industri 4.0

SUMEDANG – Upaya menjawab tantangan dan peran Guru BK di era industri 4.0, ratusan guru bimbingan konseling (BK) dari berbagai Sekolah Menengah Atas dari Kabupaten Bandung, Garut dan Sumedang, mengikuti seminar internasional Peran dan Tantangan Bimbingan dan Konseling di Era Industri 4.0 di Aula Masoem University, Kawasan Yayasan Pendidikan Al Ma’soem, Jumat (18/10) lalu.

Seminar yang diselenggarakan Masoem University kerjasama dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat VI B menghadirkan pembicara Ab Azis Mohd Yatim dari UPSI Malaysia, dan Prof Madya Dr Ridzwan bin Che Rus dari UPSI Malaysia. Dengan Keynote Speaker Prof Dr Uman Suherman AS MPd dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Jabar dan Banten.

Prof Uman mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan peran guru Bimbingan Konseling bisa berkolaborasi dengan perkembangan zaman di era industri 4.0. Sebab, guru BK bisa mengarahkan peserta didik menjadi pribadi yang handal sesuai dengan kebutuhan di era industri saat ini.

Menurut Uman, penerapan 4C di dunia pendidikan yakni Colaboration, Communication, Critikal Thingking, dan Creativity harus benar-benar diterapkan di era industri modern saat ini. Guru, lanjut Prof Uman, harus mampu berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada dan perkembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi. Serta komunikasi yang baik dengan peserta didik agar mampu mengarahkan peserta didik sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

“Juga guru harus kritik terhadap siswa dan harus bisa menjadi inovator yang baik agar menghasilkan peserta didik yang kreatif. Minimal guru BK harus terlihat pandai meski tidak pandai. Setidaknya akan terlihat berwibawa dihadapan anak didiknya,” katanya.

Prof. Dr. Uman Suherman, mengatakan di setiap Kampus yang ia kunjungi selalu mengatakan kampus ini harus menjadi Kampus yang terbaik, tanpa harus menjatuhkan kampus lain. “Cara yang paling sederhana dengan menyempurnakan kelebihan yang dimiliki hingga menembus level terbaik dan memperbaiki semua kekurangan yang ada,” ujar profesor sekaligus guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), asal Kota Garut ini.

Konsep sederhana yang diharapkan adalah “Khoirunaas, Anfaahum Linnaas”, (Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lain”. “Jika ibadah sholat dan puasa secara langsung hanya memberi manfaat bagi diri sendiri maka jika sebuah lembaga atau yayasan bisa membuat manfaat untuk banyak orang, begitu banyak nilai-nilai kebaikkan yang akan datang,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Aptisi Komisariat VI B, meliputi Bandung Timur, Jatinangor, Sumedang, Bandung Selatan, Asep Sujana Drs MM mengatakan seminar ini atas kerjasama Universitas Pendidikan Sultan Idris Malaysia dengan Ma’soem University dalam rangka peningkatan SDM guru BK dan kerjasama lintas universitas luar negeri. “Kebetulan kami ada link ke sana (UPSI Malaysia, red) dan beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia juga mengadakan kerjasama dengan UPSI Malaysia. Diantaranya STKIP 11 April Sumedang, Politeknik Piksi Ganesa, STT Mandala, Universitas Surya Kencana Cianjur, Stimik LPKIA Bandung, IAIN Syeh Nurjati Cirebon. Lalu IAIN Metro Lampung, STIT Buntet Cirebon, STAI 11 April Sumedang, STIKINDO, dan Ma’soem University,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pendidikan Yayasan/Badan Pengurus Harian Ma’soem University ini menambahkan bidang yang dikerjasamakan, pertama pertukaran bahan penelitian, publikasi dan informasi, dukungan dan pembelajaran jarak jauh, koordinasi program penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, dosen dan staf non akademis.

“Teknik MoU nya nanti perwakilan universitas di Indonesia menanda tangani berita acara untuk diserahkan ke rektor Upsi Malaysia yang disahkan oleh para pembicara. Setelah ditanda tangan oleh rektor UPSI nanti diserahkan lagi oleh delegasi UPSI ke universitas masing-masing,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed