Perbaikan Jalan Dinilai Asal

Peliput/Editor: Engkos Koswara/Iman Nurman

Perbaikan Jalan Dinilai Asal

JALAN BECEK: Sejumlah pengguna sepeda motor harus hati-hati melintas di sebelah jalan yang tengah dilakukan perbaikan dengan cara rabat beton. (ENGKOS KOSWARA/JABAR EKSPRES)

SUMEDANG – Proyek jalan rabat beton di Jalan Raya Parakanmuncang, pengerjaanya dinilai asal-asalan. Kondisi jalan yang akan dicor, diduga sengaja ditutup coran semen tipis bercampur air, sehingga terlihat becek karena masih bebas dilalui kendaraan.

Akibatnya, kendaraan yang melintas terutama roda dua banyak yang tergelincir dan mengalami kecelakaan. “Saya minta kontraktor bertanggung jawab, termasuk penanggung jawab dari dinas PU serta konsultan pengawasnya. Saya lihat pengerjaan jalan dikerjakan asal dan tanpa pengawasan,” ujar Ketua PAC Pemuda Pancasila Winarya seusai melihat jalan rabat beton, kemarin (1/8).

Sebelumnya, Winarya mendapat laporan dari warga bahwa jalan itu licin. Dirinya tidak peduli siapa saja yang terlibat dalam proyek itu, harus segera bertanggungjawab. “Ini kan nyata sekali, kontraktor dan pengawas proyek tidak serius hanya mencari keuntungan semata-mata. Kok ada adukan beton malah dibiarkan di jalan begitu saja, sehingga jalannya menjadi licin,” ujarnya dengan nada sedikit tinggi.

Padahal kata Winarya, keberadaan proyek jalan rabat beton itu sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga ketika musim hujan jalan itu tidak becek. “Ini malah sengaja jadi becek karena ada adukan semen yang sengaja dibuang di jalan yang akan dibangun,” ucapnya.

Menurutnya, jalan dengan lebar lima meter tersebut sebagian sudah dicor yang lebarnya 2,5 meter dan sudah dilalui kendaraan. Sebaiknya sebelah kiri jalannya lagi, segera dilanjutkan pengecoranya. Aktivitas masyarakat Kecamatan Cimanggung sangat terganggu dengan adanya jalan yang becek,” pintanya.

Meski begitu, perbaikan jalan provinsi menggunakan konstruksi beton sudah banyak dilakukan sampai ke berbagai pelosok desa. Pihaknya sangat menyambut baik program infrastruktur yang masuk hingga wilayah pedesaan. (kos)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.