Perekam KTP di Sukasari Rusak

Perekam KTP di Sukasari Rusak

ALAT RUSAK: Salah seorang karyawan Kecamatan Sukasari tengah mengutak-atik alat perekaman KTP yang mengalami kerusakan, kemarin (12/2).(ASEP NURDIN/SUMEKS)

PEWARTA: ASEP NURDIN/SUMEKS

**Sering Dibahas, Tak Kunjung Tuntas

SUKASARI – Sejumalah warga Kecamatan Sukasari, menageluhkan terhambatnya pelayanan pembuatan KTP-el di kantor kecamatan. Hal tersebut, terjadi akibat peralatan perekaman KTP sudah tidak berfungsi lagi. Bahkan ironisnya, keadaan tersebut sudah berlangsung cukup lama.

“Uih deui, tadi abdi mung difoto hungkul. Saurna alatna reksak. (Kembali lagi, tadi saya hanya difoto saja. Katanya altnya rusak,” kata Hoer, 43, warga Desa Sukarapih Kecamatan Sukasari, Selasa (12/2).

Dia mengaku, sudah beberapa kali mondar-mandir ke kantor  kecamatan, namun KTP tak kunjung selesai. Padahal, dia sangat membutuhkannya untuk mengurus beberapa keperluan.

Saat dikonfirmasi, Camat Sukasari, Dase Suheryana membenarkan kondisi tersebut. Menurut camat, rusaknya peralatan perkaman itu sudah terjadi sejak pertengahn Tahun 2018 lalu. “Sampai sekarang tak bisa dimanfaatkan,” katanya.

Meskipun piaknya sudah menyampaikan persoalan tersebut ke Disdukcapil, namun hingga saat ini belum ada tanggapan ataupun perbaikan. “Banyak kepala desa yang mempertanyakan masalah ini, namun harus bagaimana lagi, laporan kita pun belum ditanggapi Disdukcapil,” ujarnya.

Akibat keadaan itu, sebagian yang benar-benar mendesak membutuhkan KTP, terpaksa harus  mengurusnya di Kantor Kecamatan Tanjungsari. Dan sebagai solusinya, Dase akan segera melakukan pendataan dan perekaman secara langsung ke desa-desa, selanjutnya dia akan meminjam peralatan ke Disdukcapil.

Camat juga mengaku iba, melihat warga yang membutuhkan bukti kependudukan. Namun setelah tiba ke kantor kecamatan, peralatannya rusak. “Sudah jelas, jarak tempuh warga ke kecamatan cukup jauh, pas datang ke kecamatan alatnya rusak. Saya juga merasakan kekecewaan warga,” tuturnya.

Senada, disampaikan Ketua Apdesi Sukarapih, Setiawan Saputra yang mengaku kecewa terhadap pelayanan KTP. “Selalu dibahas di acara rapat mingguan, tapi masalah ini tak kunjung ada solusi. Tolonglah, pelayanan dasar ini diperhatikan serius agar warga tak kelimpungan mengurus masalah KTP. Bayangkan saja, wilayah Sukasari ada di pegunungan, dan jarak tempuh warga ke kantor kecamatan itu cukup jauh. Itu seharusnya menjadi prioritas,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kondisi ini menjadi perhatian pemda dan segera dicarikan solusi terbaiknya. “Dulu, rutin ada pembuatan KTP di desa, tapi sekarang ditiadakan. Bahkan di kecamtan pun peralatannya rusak. Jika tetap dibiarkan seperti sekarang ini, sungguh ironis dengan program membangun pelayanan dasar mudah dan terjangkau,” ucapnya. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.