Peringati Hari Jadi, Putra Harapan Optimis Silat Kian Berkembang

Peliput/Editor: sobar nbahtiar/usep adhiwihanda

Peringati Hari Jadi, Putra Harapan Optimis Silat Kian Berkembang

FOTO: DOK KARANG TARUNA RW 05 KELURAHAN PASANGGRAHAN BARU SUMEDANG SELATAN BERAKSI: Ketua Umum Padepokan Silat Putra Harapan, Didi Sumarna S Hut Msi, beraksi di atas pentas pada pembukaan acara Milangkala ke 42 Padepokan Silat Putra Harapan di Halaman Gedung DPD Golkar Sumedang, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Sumedang Selatan, Sabtu (26/12) malam.

KOTA – Dalam milangkala ke 42, Sabtu (26/12), Padepokan Silat Putra Harapan, menggelar sebuah acara di Gedung Golkar Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Sumedang Selatan.

Acara tersebut, dihadiri sejumlah Paguron yang ada di Kabupaten Sumedang, seperti Gagak Wulung, Setiakawan, Domas, Garuda Putih, Panca Komara, Sinar Mustika dan Dalima Putra Pusaka. Sembilan Paguron yang hadir ini, ikut memeriahkan acara dengan mempertunjukan kesenian Pencaknya di depan warga Pasanggrahan.

Ketua Umum Padepokan Silat Putra Harapan, Didi Sumarna S Hut MSi, menyatakan jika padepokannya lebih mengarah ke PPSI. Dimana peragaannya, cenderung seperti ngibing (tari). ”Jadi gini, kalau padepokan kita ini kan gerakannya lebih ke seninya. Karena kita ke atasnya itu mengarah ke PPSI, bukan IPSI yang cenderung lebih ke Tarung. Makanya saya tertarik pada seni silat ini,” katanya ketika dijumpai di rumahnya, Sabtu (26/12).

Didi pun mengajak, kepada para kaula muda yang ada di daerahnya maupun luar untuk berkesenian. ”Saya mengajak kepada anak-anak muda, ayo kita berkesenian. Apalagi seperti yang ada di dalam Perda mengenai Sumedang Puser Budaya Sunda (SPBS), yang sudah di dengung-dengungkan beberapa tahun yang lalu. Mudah-mudahan untuk tahun ini, kita bisa berkontribusi dari hal kecil seperti saat ini, sehingga kedepannya Sumedang bisa menjadi Puseur Budaya Sunda,” tuturnya.

Mengukur dari sejarah Padepokan Putra Harapan, padepokan tersebut kerap mengharumkan Kabupaten Sumedang. Hal itu dapat terlihat dari seringnya Padepokan tersebut pentas di berbagai daerah. ”Kita pernah mentas itu hingga luar Kabupaten Sumedang, kita juga pernah main di tingkat provinsi, bahkan hingga bermain di Istana Negara yang mewakili Kabupaten Sumedang,” ucapnya.

Kejayaan Padepokan Putra Harapan, lanjut Didi, semula hanya sampai di tahun 2004. Dari tahun tersebut hingga saat ini, bisa dikatakan redup. Hal itu pun terjadi karena beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Untuk internal, kendalanya karena kerap terjadinya pergantian struktur organisasi. Sedangkan untuk faktor eksternal, karena minimnya perhatian yang diberikan pemerintah untuk lebih memajukan kesenian.

Putra Harapan saat ini mulai berbenah. Dimulai dari pembenahan organisasi yang saat ini mulai dihuni kalangan muda, yang lebih berani dalam berinovatif. Selain itu, Putra Harapan juga akan terus berbenah dari segi administratif. Mulai dari kesekretariatan, hingga pembuatan berkas-berkas penting dalam suatu organisasi seperti ADART dan lain sebagainya. (bay)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.