Perketat Pengawasan Sungai

Peliput/Editor: asep herdiana/iman nurman

Perketat Pengawasan Sungai

BERSIHKAN: Sejumlah warga lingkungan Cipada, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, sedang melakukan pembersihan sampah di aliran sungai Cipada, Senin (19/10) pagi. (ASEP HERDIANA/SUMEKS)

KOTA- Warga Lingkungan Cipada, Kelurahan Regol Wetan, Kecamatan Sumedang Selatan, tidak yakin jika pengerukan Sungai Cipada bisa menjadi solusi masalah banjir di lingkungannya. Meskipun  pengerukan Sungai Cipada bisa mengurangi dampak luapan air yang selama ini ketika musim hujan tiba. Namun, hal itu dinilai percuma tanpa pemeliharaan rutin dan pengawasan terhadap kebiasaan warga  yang membuang sampah ke sungai.

“Selama masyarakat buang sampah ke sungai, tetap saja sedimentasi dan banjir akan terjadi. Yang membuang sampah, kebanyakan bukan warga sini, mereka hanya menumpang lewat saja dan membuang kantong plastik berisis sampah ke sungai” ujar Acin (45) kepada Sumeks, Senin (19/10).

Menurut Acin (45) jika hanya dikeruk saja tanpa dipelihara, hanya tinggal tunggu waktu, maka sedimentasi sungai akan kembali tinggi. Oleh sebab itu, atas nama warga ia berharap, untuk setiap pasca program pengerukan, pemerintah bisa menindaklanjutinya. Yaitu dengan pemeliharaan rutin, dan pengawasan ketat terhadap kebiasaan masyarakat di hulu sungai yang membuang sampah ke sungai.

“Jadi pemeliharaan harus dibarengi dengan pengawasan juga dari aparat, atau petugas pemerintahan setempat, “ katanya.

Di sisi lain ia  berharap pemeliharaan tersebut diikuti pengawasan oleh petugas khusus. Selain bertugas mencegah masyarakat membuang sampah, petugas tersebut secara rutin memeriksa sedimentasi. Jika di temukan kedangkalan di satu titik, berdasarkan laporan petugas, pemerintah bisa melakukan pengerukan dalam skala kecil.

Sementara itu, pihak RSUD Sumedang yang juga dilintasi aliran sungai, sudah menyusun program pengerukan sungai Cipada khususnya yang melintasi di daerah sekitarnya.

Humas RSUD, Iman Budiman mengatakan, dalam satu tahun, minimal akan melakukan pembersihan dan pengerukan sungai Cipada sebanyak dua kali. Hal itu dilakukan untuk mengantiasipasi meluapnya air sungai yang tak jarang menerobos masuk ke RSUD.

“ Kami anggarkan dua kali dalam setahun, paling minimal. Sebab, jika musim hujan tiba, depan mesjid hingga ruang jenazah dan IPAL selalu terkena imbas,“ kata Iman. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.