oleh

Pertambangan Pasir di Jabar Akan Jadi Kawasan Wisata

SUMEDANGESKPRES.COM – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meninjau lahan bekas pertambangan pasir silika milik PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) di Desa Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Lokasi tambang telah habis masa berlaku Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan kini akan diubah jadi kawasan pariwisata dan pengembangan agrikultur.

Kondisi lahan seluas 85 hektare kini mulai produktif dengan vegetasi dan pepohonan lebat. Hanya sebagian kecil saja bebatuan sisa tambang yang dibiarkan untuk keperluan penelitian. “Ini bisa jadi sebuah percontohan, sejak tahun 2010 sampai sekarang kita bisa lihat sebelum dan sesudahnya. Dulunya penuh bebatuan seperti di planet mars, tadi saya putar-putar sudah tidak keliatan hanya sekian persen ada bekas pertambangannya memang sengaja dibiarkan untuk penelitian,” ucap Emil, sapaan akrabnya, Sabtu (25/7).

Emil menekankan pemanfaatan lahan bekas tambang harus memiliki tiga nilai yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. “Saya titip bahwa harus punya tiga nilai, yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi. Kalau hanya lingkungan sosial saja tapi ekonominya tidak ada, tidak akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Ia pun meminta PT SBI segera mempresentasikan rencana pengembangan lahan bekas tambang lengkap dengan proyeksi bisnisnya. Apabila berhasil dalam tiga sampai lima tahun, Emil yakin kawasan ini akan menjadi percontohan pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi berdaya guna dan ramah lingkungan.

Baca juga :
Jaling Utara Bisa Perbaiki Ekonomi Warga

“Saya minta tahun ini dipresentasikan rencana membuat kawasan ini punya nilai tambah untuk masyarakat setempat. Apakah pariwisata atau pertanian yang tangguh dari disrupsi Covid-19 dan bernilai ekonomi seperti jahe merah. Kalau berhasil ini akan menjadi contoh terbaik dari sebelumnya area tambang menjadi lebih berdaya guna dan ramah lingkungan,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan Pemprov Jabar, kata Emil, pihaknya akan mempertemukan PT SBI dengan stakeholders lain yang lebih paham mengelola ekonomi pariwisata skala besar. Menurutnya, pemanfaatan kawasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak tapi harus menggandeng pihak yang lebih berpengalaman. “Nanti saya akan carikan orang-orang yang paham dalam mengelola ekonomi pariwisata berskala besar. Jadi saya sarankan jangan dikelola sendiri tapi mengajak berpartner,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan meneliti produk pertanian yang cocok ditanam di ketinggian dan jenis tanah di lahan tersebut serta bernilai ekonomi tinggi di pasaran. “Kita akan teliti produk pertanian apa yang laku di pasaran apakah jahe merah tapi apakah cocok dengan ketinggian dan tanah di sini nanti akan kita teliti, sehingga nanti masyarakat sekitar bisa turut berpartisipasi,” tandasnya. (rmo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed