Peserta Gerakan Literasi Sumedang Ekspres ke-3 Membeludak

Peserta Gerakan Literasi Sumedang Ekspres ke-3 Membeludak

GERAKAN LITERASI: Peserta Gerakan Literasi Sumedang Ekspres yang ke-3, dengan tema “Pentingnya Literasi bagi Tenaga Pendidik dalam Menghadapi Era Industri 4.0”, foto bersama narasumber acara di Aula Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Selasa (12/3).(FOTO-FOTO: SUMEKS)

PEWARTA: IIS SULASTRI/SUMEKS

**Menjawab Tantangan Era Industri 4.0

KOTAHarian Pagi Sumedang Ekspres (Sumeks) sukses menyelenggarakan Gerakan Literasi Sumedang Ekspres yang ke-3, dengan tema “Pentingnya Literasi bagi Tenaga Pendidik dalam Menghadapi Era Industri 4.0”, Selasa (12/3). Bertempat di Aula Gedung Negara Kabupaten Sumedang, kegiatan ini diikuti peserta yang membeludak melebihi 250 orang.

Acara Gerakan Literasi Sumedang Ekspres ke-3 ini, berbentuk Workshop Literasi yang diikuti guru-guru SD, SMP dan SMA di Kabupaten Sumedang dan juga umum. Adapun pembicara yang telah memaparkan berbagai keilmuan dan wawasannya, disampaikan Maman Suherman atau dikenal Kang Maman dan Sekretaris Daerah Sumedang, Drs. Herman Suryatman, M.Si.

Selain itu, acara dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Sumedang Hj. Susi Gantini S Si yang juga memberikan sambutan. “Literasi dapat dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Di Kabupaten Sumedang setiap kecamatan memiliki Bunda Literasi yang telah dilantik bahkan dari beberapa kecamatan telah melantik Bunda Literasi setiap desannya,” ujarnya.

Setelah penyampaian sambutan Bunda Literasi Sumedang, acara pun dibuka Bupati Sumedang yang diwakili Asisten Daerah, Subagio sekaligus Kepala Inspektorat. Setelah serangkaian pembuka dilaksanakan, acara Workshop Literasi diawali pembicara pertama oleh Kang Maman, yang banyak mendalami mengenai Literasi serta mengulas industri 4.0. “Literasi tidak semata-mata hanya membaca tulis,” tegasnya ketika menyampaikan materi.

Kang Maman juga, sempat menyinggung tentang Literasi yang diterapkan di sekolah. “15 menit Literasi itu bukan di kelas, tetapi bisa saja siswa dibawa ke taman,” ungkapnya.

Kang  Maman memaparkan sejarah revolusi industri dari industri pertama, kedua, ketiga dan keempat. “Industri pertama itu dimulai dengan adanya penemuan tenaga air dan uap. Di industri kedua atau revolusi teknologi dikenal produksi massal. Revolusi ketiga dikenal super konduktor,” paparnya.

Literasi dasar, pun sempat dijelaskan Kang Maman. Di antaranya literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi digital, literasi finansial, literasi sains, serta literasi budaya dan kewargaan. “Adapun kompetensi 4 C yang harus dikuasai adalah Critical thinking, creative, collaborative, dan communicative,” sebutnya.

Sementara itu, Drs Herman Suryatman MSi sebagai pembicara kedua, mengawali pemaparan terkait inti dari revolusi industri 4.0. “Inti dari industri 4.0 itu adalah open mind atau silih asah dengan saling mencerdasakan, open heart atau silih asih, dan open will atau salah asuh untuk saling menjaga,” jelasnya.

Herman, pun memiliki penekanan pada peserta yang mayoritas terdiri dari guru-guru. “Jangan memosisikan diri sebagai yang serba bisa karena guru bukan Superman,”ujarnya.

Selain itu, Herman banyak memaparkan mengenai langkah dalam menjawab tantangan industri 4.0. “Untuk menjawab tantangan industri 4.0 itu, dibutuhkan mental models, literation, collaboration, inovation, dan speed,” lengkapnya.

Herman menjelaskan pula SMART ASN di Tahun 2024. “Dalam peran guru di era industri 4.0 menuju world class goverment memiliki profil integritas, nasionalisme, wawasan global, IT dan Bahasa Asing, Networking, Entrepreneurship, “ lengkapnya.

Sementara itu, General Manager Sumedang Ekspres, Handri S Budiman sebagai penyelenggara memaparkan komentarnya terkait acara Gerakan Literasi tahun ketiga tersebut. “Bersyukur acara terlaksana dengan lancar dan sukses. Terima kasih kepada para pembicara dan peserta yang hadir. Harapan, kegiatan seperti ini semakin memotivasi tenaga pendidik dalam menebarkan virus literasi kepada anak didiknya di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Menurut Handri, kedepan Sumedang Ekspres akan memfasilitasi guru-guru untuk menyakurkan ide dan gagasannya melalui tulisan yang akan dimuat di Sumeks.

“Terima kasih juga kepada para panitia yang sudah bekerja keras untuk menyiapkan kegiatan, sehingga acara berjalan dengan baik. Namun, terlepas dari itu, kami juga menyampaikan permintaan maaf jika selama acara, masih banyak kekurangan dan akan menjadi evaluasi untuk kegiatan selanjutnya,” tutupnya. (cr1/adv)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.