Petani Tembakau Mulai Resah

TANJUNGSARI – Pasca adanya wacana kenaikan Harga Rokok, yang direncanakan pemerintah, sejumlah petani dan pengolah tembakau, mulai mengeluh. Seperti terjadi di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, karena rendahnya harga jual.

Informasi yang dihimpun Jateks, harga jual tembakau merah hasil olahan, nilai jualnya tak lebih dari Rp 300 ribu. Kondisi itu, dianggap tak seimbang dengan biaya pengolahan untuk sebanyak 20 sasag (satu ikat tembakau), yakni Rp 200 ribu.

Salah satu petani tembakau, Memed (66), warga Dusun Lebak Peutag, Desa Pasigaran, mengatakan, akibat tersiru kabar kenaikan harga rokok, harga jual bako olahan, mengalami penurunan. Hal itu juga, diperparah dengan faktor cuaca yang terjadi saat ini.

“Minimnya harga jual tembakau jenis merah itu, akibat cuaca yang sekarang memasuki musim kemarau basah,” ujarnya kepada Jateks, Senin (22/8).

Memed menyebutkan,yang mempengaruhi rendahnya nilai jual akibat tembakau menjadi lembab dan berjamur.
“Daun tembakau diperoleh tak hanya hasil menanam sendiri, yang juga membeli dari sejumlah petani di Kecamatan Cimanggung,” ujar Memed.

Menurutnya, tembakau yang sudah diolah pun, selanjutnya dibeli oleh sejumlah bandar atau tengkulak.
“Tembakau hasil olahan, selanjutnya kembali diolah oleh para pengusaha, dan dikemas untuk dipasarkan ke wilayah Sumatera,” ucapnya. (oha)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.