Selasa, 4 Agustus 2020

Sumedang Ekspres

Bacaan Utama Warga Sumedang

PGMI Minta Dony Perhatikan Madrasah

KOTA – Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Sumedang berharap kepada Bupati Sumedang terpilih, dapat mensejajarkan antara sekolah dengan madrasah. Pasalnya, media pendidikan berbasis keagaamaan itu dinilai kurang begitu diperhatikan pada masa pemerintahan sebelumnya.

“Misalnya di sekolah umum ada FLS2N dan O2SN yang begitu gebyar, bahkan pelaksanaannya pun diselenggarakan di alun-alun. Sementara kami punya Aksioma dan KSM, namun ternyata perhatian dari Pemda tidak ada,” kata Ketua DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang Makmun KH pada acara silaturrahmi bersama Bupati Sumedang Terpilih, Dony Ahmad Munir di Lingkungan Burujul Kota Kulon, Senin (9/7).

Padahal kata Makmun, baik sekolah maupun madrasah sama-sama memiliki misi mencerdaskan anak bangsa. Namun pada kenyataannya, nasib madrasah seperti dianak tirikan. “Perhatian dari Pemkab Sumedang belum ada, yang sekarang justru hanya perhatian dari pusat saja,” ujarnya.

Padahal menurut Makmun, anemo masyarakat Sumedang untuk menyekolahkan anak-anaknya ke madrasah cukup tinggi, baik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA).

“Dari segi prestasi pun, madrasah bisa melahirkan siswa-siswi yang cemerlang. Bahkan mereka mampu berlaga di tingkat nasional,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Sekretaris DPD PGM Indonesia Kabupaten Sumedang, Nendi Ahmad Rohani. Menurutnya kecenderungan masyarakat memilih Madrasah, karena memiliki keunggulan dalam materi pelajaran agama Islam.

“Kalau di sekolah umum hanya sebatas Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), tetapi di madrasah, PAI meliputi pelajaran Bahasa Arab, Quran Hdist, Sejarah Kebudayaan Islam, Fiqih dan lainnya,” kata Nendi.

Dia berharap, dengan pemerintahan di bawah Dony Ahmad Munir, nasib madrasah tidak dipandang sebelah mata.
“Kami yakin, Pak Dony sangat memahami masalah madrasah,” jelasnya.

Di tempat sama, Bupati Sumedang terpilih, Dony Ahmad Munir berjanji akan memperhatikan pendidikan madrasah.
“Madrasah sangat berkontribusi kepada pemerintah dalam masalah pendidikan. Apalagi salah satu program Sumedang Simpati adalah mencetak masyarakat yang agamis,” katanya. (nur)