Pjs Bupati: Cari Solusi Ampuh

Pjs Bupati: Cari Solusi Ampuh

ATUR LALIN: Petugas kepolisian mengatur arus lalulintas di sepajang Jalan Raya Bandung-Garut, karena terjadi kemacetan akibat banyak PKL berjualan di trotoar maupun badan jalan. (DOK.ENGKOS/SUMEKS)

PEWARTA: ENGKOS KOSWARA/SUMEKS

SUMEDANG – Sejumlah warga dan pengguna Jalan Raya Bandung-Garut, berharap Polres dan Satpol PP Sumedang, kembali menindak serta menertibkan kendaraan umum dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sering membuat kemacetan lalulintas.

Warga mempertanyakan, lantaran sebelumnya kondisinya bisa tertib, namun malah macet lagi. Kemacetan ini, terjadi di sejumlah titik pabrik yang ada di wilayah Kecamatan Jatinangor dan Cimanggung.

Seperti disampaikan Wawan Suhardiman, 34, warga Jatinangor yang juga pengguna jalan. Menurutnya, kemacetan di Jalan Raya Bandung-Garut sering terjadi akibat muncul kembali para PKL. Bahkan kendaraan umum pun tidak tertib, sehingga menambah kemacetan saat menunggu penumpang bubaran pabrik yang mencari peruntungan ketika pergantian shift kerja.

Menurutnya, kemacetan lalulintas diakibatkan tidak tertibnya para PKL, karena saat ini pengawasan sangat longgar kembali. Tak hanya itu, sejumlah angkutan umum juga sering terlihat mengetem sembarangan.

Sebaiknya, polisi dan satpol PP turun tangan untuk menertibkan para pengganggu arus lalu lintas di sekitar pabrik itu. Belum lagi bila hari minggu, hampir 200 meter lebih ada pasar tumpah di pinggir jalan Raya Bandung-Garut, tepatnya di sekitar Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung.

“Nah ini perlu diperhatikan kembali sama pemerintah, termasuk yang punya wilayah,” ungkapnya, kemarin (18/3).
Menanggapi persoalan kemacetan akibat PKL, Pjs Bupati Sumedang Ir H Sumarwan Hadisoemarto mengatakan, penyelesaian persoalanya harus ada dua sisi. Jangan sampai hanya PKL-nya saja yang dikejar-kejar agar tertib.

“Tetapi para pengguna jasa PKL ini juga harus memiliki kesadaran juga. Artinya yang harus dipikirkan adalah bagaimana mencari solusi untuk menempatkan para pedagang tersebut,” jelasnya.

Tentunya, para pedagang yang biasa berjualan di pinggir jalan, jika dicarikan tempat berjualan dan mendapat pengawasan tentunya tidak akan liar dan mengganggu.

“Sekarang para pedagang yang biasa berjualan dan mangkal di pinggir jalan di sekitar pabrik tentunya harus dicarikan tempat untuk berjualanya. Seharusnya ada tempat relokasi yang benar-benar para pedagang nyaman, belanjapun bisa nyaman,” tuturnya. (kos)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.