PKS Belum Dengar Garbi Sumedang

Peliput/Editor: ASEP NURDIN

PKS Belum Dengar Garbi Sumedang

BERANGKULAN: Ketua Umum DPD PKS Kabupaten Sumedang Yana Flandriana bersama Presiden PKS pada kemah Bakti Nusantara Pimpinan PKS se-Jabar, baru-baru ini. (Foto: ASEP NURDIN/SUMEKS)

KOTA  –  Ketua Umum DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sumedang Yana Flandriana, mengaku tidak tahu menahu persoalan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi),  yang tengah bergulir di tingkat pusat.  Karena menurutnya,  organisasi yang diinisiasi mantan Presiden PKS Anis Matta, itu bukan suatu lembaga, badan atau organisasi yang dibentuk secara resmi struktural partai.

“Secara kelembagaan, saya pribadi belum mendengar,  apakah Garbi ini sudah masuk ke Sumedang atau belum?” katanya kepada Sumeks,  Rabu (7/11) dalam sebuah acara.

Karena hingga hari ini,  kata Yana,  pihaknya tetap masih konsentrasi terhadap Pileg dan Pilpres. “Sebagai ketua partai,  saya fokus terhadap program pemenangan Pileg dan Pilpres,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sudah ada organisasi internal resmi yang dibentuk PKS.   Antara lain, PKS muda,  sebuah organisasi yang mewadahi kalangan milenial untuk berkiprah di PKS. Kemudian, Gema Keadilan,  wadah para pemuda – pemudi untuk beraktivitas di PKS.

“Sedangkan Garbi sendiri,  bukan organisasi resmi yang dibentuk PKS hari ini,” jelasnya.

Sebagai organisasi terbuka,  lanjut Yana,  PKS senantiasa menerima masyarakat dari berbagai latar belakang organisasi.  “Alhamdulillah PKS dipadati anggota dari berbagai macam latar belakang ormas,” ujarnya.

Menjadi sesuatu hal yang wajar,  lanjut Yana,  manakala sudah masuk menjadi anggota dan kader PKS,  ada hak dan kewajiban yang harus  mereka patuhi, sesuai dengan jenjang keanggotaan masing-masing. “Dan saya fikir,  ini menjadi sesuatu hal yang mutlak bagi semua anggota organisasi mana pun,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, Garbi menjadi wadah bagi kader-kader PKS, terutama anak muda, yang merasa tidak cocok dengan kultur partai. Fahri memandang kader-kader ini adalah mereka yang merasa pendapatnya tidak dihiraukan. (nur/fin)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.