PLN Gelar Edukasi Pasar, Sosialisasikan Safety Listrik

PLN Gelar Edukasi Pasar, Sosialisasikan Safety Listrik

SERAHKAN: Manajer PLN Area Sumedang, Zubaedah menyerahkan cenderamata kepada Muspika Tanjungsari pada acara Sosialisasi Hari Listrik Nasional, kemarin. (IMAN NURMAN/JATEKS)

Peliput/Editor: iman nurman

TANJUNGSARI- Maraknya kejadian kebakaran yang diakibatkan korsleting listrik baru-baru ini, membuat PLN Area Sumedang menggelar sosialisasi penggunaan listrik yang aman dan baik. Sosialisasi itu digelar di halaman parkir Pasar Tanjungsari, Kamis (22/10).

Menurut Manager PLN Area Sumedang, Zubaedah didampingi Manager PLN Rayon Tanjungsari, Asep Priatna sosialisasi penggunaan listrik penting dilakukan karena marak terjadi korsleting listrik. Apalagi, katanya, musim kemarau sangat rentan kebakaran karena hawa panas dari luar.

“Udara yang panas bisa mengundang api, apalagi jika ada percikan api dari kabel listrik. Makanya, sosialisasi ini penting dilakukan,” katanya.

Disamping itu, kurangnya kesadaran masyarakat akan penghematan penggunaan listrik, menyebabkan penghematan tidak terkontrol. Sehingga, PLN menyarankan agar masyarakat menggunakan Kwh prabayar (token listrik).

“Acara ini juga dalam rangka Hari Listrik Nasional yang diperingati 27 Oktober nanti. PLN juga tepat berusia ke 70 tahun, jadi diharapkan ada sosialisasi kepada masyarakat dalam penggunaan dan manfaat listrik,” kata Zubaedah kepada Jateks, kemarin.

Dia menambahkan, acara Hari Listrik Nasional bukan hanya milik PLN, tetapi milik masyarakat pengguna PLN. Melalui edukasi pasar ini, PLN akan terus meningkatkan pelayanan ke masyarakat dan menyosialisasikan penggunaan listrik yang benar.

“Listrik itu sebagai sahabat, karena setiap aktivitas menggunakan listrik. Bayangkan kalau tidak ada listrik, aktivitas manusia akan terganggu. Sebaliknya listrik juga bisa berbahaya jika penggunaannya tidak diperhatikan,” katanya.

Seperti, instalasi pemasangan listrik, penggunaan alat-alat listrik yang tidak berstandar SNI, juga penggunaan (pemasangan) listrik lebih dari satu KK.

“Listrik selalu jadi kambing hitam ketika terjadi kebakaran, biasanya korslet, atau hubungan arus pendek. Nah bagaimana agar itu tidak terjadi, maka harus dicek instalasi listriknya,” paparnya.

Seperti diketahui, acara edukasi pasar ini dilakukan serentak di 100 rayon se Jabar dan Banten. Untuk Sumedang sendiri digelar di 4 Rayon dan difokuskan di Rayon Tanjungsari.

“Kenapa memilih di pasar, karena berdasarkan data dari media, kebakaran akibat korsleting sering terjadi di pasar. Makanya kami sosialisasikan ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Pasar juga tempat berkumpulnya masyarakat,” katanya. (imn)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.