Pohon Pisang Unik di Lingkungan Ponpes Cikalama, Satu Pohon Bertandan Dua

Peliput/Editor: iqbal/iman nurman

Pohon Pisang Unik di Lingkungan Ponpes Cikalama, Satu Pohon Bertandan Dua

TUNJUKAN: Seorang santri menunjukan pohon pisang unik bertandan dua, di lingkungan Ponpes Cikalama Desa Sidangpakuon, kemarin. (MUHAMAD IQBAL/JATEKS)

POHON Pisang banyak tumbuh di tanah Indonesia. Nama latin Musa Acuminata itu mungkin tidak asing lagi bagi mata seseorang di berbagai belahan penjuru dunia. Tanaman terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae ini umumnya bertandan (jantung) satu. Namun bagaimana jika satu pohon pisang bertandan dua? Berikut liputannya.

Sebuah pohon pisang unik yang berada di komplek Pondok Pesantren Cikalama Desa Sindangpakuon Kecamatan Cimanggung itu mencuri perhatian banyak orang. Pasalnya, pohon tersebut tumbuh dengan buah berbeda dengan pohon pisang lainnya. Ya, buah pisangnya muncul dua dari satu pohon.

Mungkin itulah yang menyebabkan belakangan ini Pesantren Cikalama di Kecamatan Cimanggung kedatangan rombongan tamu dari Sumedang Kota yang bertujuan untuk bersilaturahmi dengan pimpinan pesantren tersebut.

Sejumlah tamu tercengang saat menyadari ada pohon pisang yang berbeda dengan pohon pisang lainnya. Ya, disitu terdapat dua pohon pisang yang masing-masing mempunyai dua tandan atau (dua runtuy, red) Pohon pisang berjenis pisang Ambon dengan buah yang lebat.

Agar pangkal tandan pisang tidak putus karena beban terlalu berat, pemilik pisang memasang tiang penyangga dengan bambu. Selain itu agar pohon tetap kuat, daun-daun dan pelepah yang memperberat dibersihkan.

Seorang santri di pesantren yang sudah berdiri sejak 1647 itu, Rizal (20) menceritakan, pohon pisang tersebut sudah ada sejak bertahun-tahun silam. Dan keunikan lainnya, adalah pisang tersebut dapat berbuah berkali-kali.

“Biasanya kan pohon pisang yang lain hanya satu kali berbuah, kalau pisang yang ini bisa berkali-kali,” sambil menyebutkan buah yang sekarang adalah kesekian kalinya.

Menurutnya, tidak ada metode tertentu pada saat penanaman pohon tersebut. Semua dilakukan sebagaimana pohon-pohon pada umumnya, begitu pun rasanya.

Ia menambahkan, memang keberadaan pohon tersebut selalu menarik perhatian para tamu yang berkunjung ke pesantren itu. Termasuk para orang tua santri yang sedang menjenguk anaknya.
“Setiap ada yang ke sini kalau lihat pohon ini pasti terlihat heran,” tambahnya.

Terakhir, ia menambahkan lagi, keberadaan pisang tersebut hanya merupakan keanekaragaman tumbuhan saja yang tentu saja atas kehendak Allah tidak ada kaitannya dengan unsur mistis yang menyimpang.

“Tidak ada kaitannya dengan mistis, ini hanya sekedar pohon unik saja, atau kelainan gen,” tuntasnya. (*)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.