Pohon Tumbang Tutup Jalan Bypass

Peliput/Editor: asep herdiana/iman nurman

Pohon Tumbang Tutup Jalan Bypass

ilustrasi

KOTA- Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Sumedang menyebabkan pohon tumbang di Jalan Prabu Gajah Agung, Minggu (8/11) malam. Akibatnya, sisa reruntuhan pohon itu menghalangi jalan hingga macet beberapa jam.

Menurut salah seorang saksi mata, yang juga warga sekitar, Taryana (38) tumbangnya pohon yang diperkirakan berusia puluhan tahun itu ketika terdengar suara petir yang keras. Kemudian tak beberapa lama dahan pohon pun tumbang.

“Tumbangnya pas hujan angin, kemudian ada petir. Memang semalam hujannya sangat deras dan anginya juga kencang,“ kata Taryana kepada Sumedang Ekspres, kemarin.

Sementara itu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumedang bertindak cepat dengan langsung membersihkan sisa reruntuhan pohon yang tumbang. Beberapa dahan yang dinilai rawan pun langsung dipangkas.

“Kami sudah lakukan pengecekan, tadi sudah dievakuasi dan jika masih ada ranting yang membahayakan, langsung dipangkas,” ujar Kepala Bidang Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman, Ayuh Hidayat saat dikonfirmasi.

Selain itu, sebagai upaya antisipasi, BLH melakukan pemeliharaan dan antisipasi pohon tumbang terutama di beberapa jalan dan titik yang ramai dilewati pengendara. Pihaknya telah melakukan inventarisasi pohon, mulai dari usia tua, mati dan perkembangan.

“Untuk perkembangan akan kita pangkas, pohon mati kita tebang dan pohon tua akan kita ganti. Khusus untuk pohon Akasia secara bertahap akan kita ganti dengan pohon lain karena pohon itu tidak tahan lama,” ujarnya.

Selain itu, untuk pemeliharaan pohon pihaknya telah membentuk tim pemantau, yang tugasnya setiap minggu melakukan pembersihan terhadap reklame yang menumpang di pohon-pohon.

“Pohon itu adalah mahluk hidup, maka dari itu jangan memakunya ataupun memasang reklame di batangnya. Karena akan itu akan melukainya, maka dari itu kita lakukan upaya pembersihan,” jelas Ayuh.

Ia mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan pohon yang lapuk, tua dan berpotensi membahayakan masyarakat diminta untuk melaporkannya ke BLH, namun jangan melakukan penebangan menebang sendiri karena itu melanggar aturan.

“Kalau ada pohon yang membahayan, laporkan saja. Kami segera tindaklajuti,“ tegasnya. (her)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.