oleh

Polisi Hentikan Aksi Sang Dukun Cabul di Jatinunggal, Sumedang

SUMEDANG – Lagi-lagi aksi amoral terjadi di Kabupaten Sumedang. Kali ini, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang.

Berbeda dengan kasus sebelumnya, kini yang membuat warga resah adalah adanya dukun cabul yang bernama BS, 43, warga asal Kecamatan Jatinunggal.

Diketahui warga, pelaku mengaku bisa mengobati orang. Namun, cara yang dilakukan pelaku dalam pengobatan tersebut dinilai tidak wajar.

Seperti yang dialami oleh salah satu korbannya LJ, 16, yang kaget setelah dirinya mendapat perlakuan tidak wajar dari pelaku.

Pada saat beraksi, pelaku mengatakan jika korban terkena guna-guna jenis pelet sehingga harus dilakukan ritual pengobatan untuk menghilangkannya.

Dalam ritualnya, pelaku gencar melakukan aksi cabulnya dengan meraba-raba payudara korban hingga memasukan jarinya kedalam kemaluan korban.

Mendengar laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Sumedang dengan sigap langsung ke lapangan dan melakukan penangkapan terhadap BS yang saat itu berada di kediamannya.

“Pelaku BS ini di lingkunganya memang dikenal kerap mengobati orang. Sehingga korban jadi percaya ketika pelaku ini mengatakan korban terkena pelet dan harus diobati,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo melalui Kasat Reskrim AKP Nikki Ramdhany, Kamis (7/11).

Nikki juga menjelaskan, pelaku biasa melakukan ritualnya di dalam kamar salah satu rumah milik kenalannya yang masih satu desa.

“Jadi ritual pengobatan dilakukan dari Jam 18.00 sampai jam 21.00, dan selalu didalam kamar tertutup. Saat itulah BS gencar melakukan aksi cabulnya. Dan saat akan memasukkan alat kelaminnya ke kemaluan korban, korban tersadar dan langsung melakukan perlawanan,” paparnya.

Setelah dilakukan penangkapan berdasarkan laporan dari keluarga korban, pelaku kini mendekam dalam tahanan Mako Polres Sumedang.

“Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal 82 ayat 1, 2 dan 3 UU RI NO 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak,” (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed