oleh

Polres Siap Amankan PON XIX

KOTA – Menjelang PON XIX tahun 2016, Polres Sumedang telah melakukan sejumlah persiapan untuk melakukan pengamanan. Diantaranya adalah menyiapkan sejumlah personil untuk ditempatkan 6 cabang olah raga yang akan di gelar di Kabupaten Sumedang.

Kapolres Sumedang, AKBP Agus Iman Rifai melalui Kabag Ops, Kompol Setya Widodo, menerangkan pihaknya akan menerjunkan sekitar 200 personil setiap kegiatan berlangsung.

“Kami akan siapkan 200 personil setiap harinya dalam kegiatan PON. Dan itu akan di bantu oleh TNI, Satpol PP dan SAR,” kata Kompol Setya Widodo, kepada Sumeks, sepulang melakukan rapat koordinasi internal Bidang Keamanan PB PON XIX di Polda Jawa Barat, Selasa (19/7).

Setiap cabang olah raga, akan diamankan oleh puluhan anggota Polri dan TNI. Seperti untuk Pencak Silat akan diamankan oleh 40 anggota Polri, 20 anggota TNI dan 5 anggota SatPol PP. Untuk Cabang olah raga Futsal akan diamankan 80 anggota Polri, 20 anggota TNI, 5 anggota SatPol PP dan 2 orang Satpam. Untuk Cabang Golf 40 anggota Polri, 20 anggota TNI, 2 anggota SatPol PP dan Satpam. Untuk Tenis meja 20 anggota Polri, 10 anggota TNI dan 5 anggota SatPol PP. Untuk cabor Paralayang aka nada 60 anggota Polri, 20 anggota TNI, 5 anggota SatPol PP dan 10 tim SAR. Sementara untuk Gantole aka nada 30 anggota Polri, 10 anggota TNI, 10 anggota SatPol PP dan 10 tim SAR.

Selain pengamanan di ke 6 tempat cabang olah raga tersebut diselenggarakan, Polres sumedang juga akan melakukan pengamanan di sejumlah tempat perbelanjaan dan wisata.
“Kita juga akan melakukan pengamanan di sejumlah tempat lain seperti Jatos, Griya dan Asia Plaza dengan jumlah personil 50. Sementara untuk tempat wisata kita fokuskan juga di Waduk Jatigede dengan jumlah personil 20 orang,” ujarnya.

Adapun tingkat kerawanan dari sejumlah venue tempat dilaksanakannya PON XIX tahun 2016, telah di antisipasi oleh jajaran Polres Sumedang.

“Kerawanan yang perlu diantisipasi yaitu untuk pertandingan Futsal dan silat. Yaitu lokasi pertandingan yang terdapat di dalam kampus dan berbenturan dengan aktifitas belajar serta rawan aksi curanmor di tempat parkir dan juga kerawanan macet arus lalin pada saat hari libur karena di sepanjang jalan pertigaan Unpad sampai pintu masuk BGG adanya pasar tumpah,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut dia, Kerawanan juga terjadi beberapa venue lainnya seperti Golf dan Paralayang.

“Dalam pertandingan Golf yaitu banyaknya akses jalan tikus menuju lapang Golf .
Selain itu, sering terjadi aksi curas pada malam hari akibat jalan sepi dan minim penerangan. Kalau kerawanan paralayang yaitu akses menuju lokasi jalannya sempit dan hanya bisa dilalui dengan satu arah saja sehingga perlu adanya rekayasa lantas (One way, red). Kerawanan lainnya dikhawatirkan dengan adanya Curanmor di kantong-kantong Parkir tempat pertandingan dilaksanakan. Dan terutama adalah pihak ketiga yang memanfaatkan situasi PON XIX melakukan Sabotase atau terror,” tuturnya menambahkan. (bay)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed