Pondok Modern Al Aqsha Gelar ISSAC 2019

**Ajang Kreativitas, Iman dan Taqwa

JATINANGOR – Yayasan Pondok Modern Al Aqsha Cibeusi Jatinangor, menggelar even Islamic Sport Saint and Art Competition (ISSAC) 2019 Tingkat SD/MI se-Jabar di Kampus Pondok Modern Al Aqsha Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor, Sabtu (23/2).

Acara yang dibuka Pimpinan Pondok Modern Al Aqsha, Dr KH Mukhlis Aliyudin MAg turut juga dihadiri Anggota DPD RI, Dra Hj Eni Sumarni MKes, Kabag Yansos Pemprov Jabar dan Kabag Kesra Kabupaten Sumedang.

Ketua Pelaksana ISSAC, Ustad Herman Taryana S.Ud mengatakan, acara ISSAC ini kali pertama digelar Pondok Modern Al Aqsha oleh Organisasi Pelajar Pondok Modern Al Aqsha (OPPMA) dalam rangka meningkatkan kreativitas dan kemampuan siswa dalam bidang olahraga, ilmu pengetahuan, iman dan taqwa.

“Alhamdulillah, kegiatan yang kali pertama digelar ini mendapatkan respon baik dari masyarakat. Sebab, jumlah peserta yang begitu membludak diluar ekspektasi. Terbukti dari target 300 peserta menjadi 656 peserta dari 67 SD/MI se-Jawa Barat,” katanya.

Menurutnya, antusiasme peserta sangat bagus, sebab diluar target panitia. Pihaknya juga, mengucapan terimakasih kepada Pemkab Sumedang dan pemerintah Provinsi Jabar yang mendukung acara ini. “Adapun lomba yang dipertandingkan, futsal dan voly sudah digelar, tinggal Final pada Minggu (24/2). Sementara untuk jenis lomba Kaligrafi, pidato, adan qosidah, futsal dan Tahpid, MTQ, baru digelar hari ini (Sabtu, red). Acara ini juga dalam rangka Milad Pondok Modern Al Aqsha yang ke-25,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMP Al Aqsha, Ust Oih Baihaqi SPt Mpd mengatakan, Al Aqsha berkembang sangat ketat, baik kualitatif maupun kuantitatif. Secara kuantitatif, Al Aqsha dibuktikan dengan banyaknya pendaftar setiap tahun. Dengan jumlah kuota 226 dan pendaftar sampai saat ini sudah mencapai 300 calon siswa. “Belum lagi sampai bulan April, karena pendaftaran masih dibuka hingga April. Makanya kita laksanakan seleksi ketat,” katanya.

Secara kualitatif, lanjut dia, dibuktikan dengan prestasi. Sebab, Al Aqsha minimal meraih peringkat 10 terbaik dari 120 sekolah baik negeri maupun swasta di Sumedang. “Kita peringkat ke-7 tingkat SMP di Kabupaten Sumedang. Kita juga mengirimkan O2SN Olimpiade Matematika di tingkat provinsi. Kita pernah juara lomba cerdas cermat matematika, kita sudah menempuh level provinsi,” sebutnya.

Di tempat sama, Pimpinan Pondok Modern Al Aqsha, Dr KH Mukhlis Aliyudin MAg berharap, acara ISSAC ini berjalan sukses dan lancar. “Kami mengakui acara ini bagian dari promosi, sebab Al Aqsha belum pernah promosi sebelumnya. Meski minim publikasi, namun Al Aqsha pernah menjuarai juara nasional bidang Keagamaan,” katanya.

Menurut Kiayi, Al Aqsha merupakan pondok pesantren Salafi tetapi berkurikulum modern. Sebagai bagian dari Cabang Pesantren Gontor, Al Aqsha berkomitmen menciptakan generasi yang cerdas, baik secara agama maupun ilmu pengetahuan dan teknologi. “Ciri Cabang Gontor, ustad di Al Aqsha banyak alumni Gontor,” katanya.

Di Al Aqsha, lanjut dia, ada program setiap hari Khatam AlQuran. Sehingga dalam kurun waktu tiga tahun, siswa siswi Al Aqsha bisa Khatam AlQuran. “Kami juga menerima siswa tidak mampu. Bagi wali santri yang memiliki KTM, Insya Allah digratiskan sekolah di sini,” ujarnya.

Terkait penyelenggaraan ISSAC, lanjut Kiayi, atas nama pimpinan Pondok Modern Al Aqsha, mohon maaf apabila pelayanan dan jamuannya kurang memuaskan bagi peserta dan official. Karena persiapannya hanya satu bulan. “Terakhir, semoga ISSAC ini berjalan sukses. Kami yakin penyelenggaraan netral dan objektif. Baik juri maupun wasit semuanya netral dan bisa menjaga ke independensi acara,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Eni Sumarni MKes yang turut hadir dalam acara itu, sangat mendukung setiap acara keagamaan dan prestasi siswa seperti ini. ISSAC Internasional ini, diharapkannya, bisa terselenggara di Al Aqsha, ISSAC dapat menghasilkan generasi yang islami, cerdas, dan berahlakqarimah.

Bunda Eni mengucapkan selamat bertanding kepada peserta dan selamat kepada para juara. Yang terpenting, lanjut Eni, sportivitas dan bermain fair play dijunjung tinggi. “Harapan, semoga nilai jual ini bisa teredukasi. Plusnya, Al Aqsha selain cerdas juga berahlak qarimah dengan menjunjung tinggi imtak,” tandasnya.

Selain Anggota DPD RI, Eni Sumarni MKes dan Kabag Kesra Pemda Sumedang, acara itu turut dihadiri Muspika Jatinangor, Camat Jatinangor Syarif Effendi Badar, Kapolsek Jatinangor Kompol Noor Jamil, Danramil Jatinangor diwakili Deden Kusnadi. (imn/adv)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.