Populasi Kunci Bantu Tanggulangi HIV

SUMEDANG – Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sumedang, menjadi salahsatu organisasi yang konsen terhadap penanggulangan HIV/AIDS. Pihaknya akan membedayakan Populasi Kunci untuk mencegah tersebarnya lagi virus penyerang imun tubuh ini.

Populasi Kunci itu, dinilai akan menjadi agen yang paling tepat untuk turut serta menanggulangi dan memberantas HIV/AIDS. “Kami akan memberdayakan pupulasi kunci HIV di Sumedang agar mereka sendirilah nanti yang bergerak dan ikut terlibat dan seluruh kebijakan juga teknisnya tentang bagaimana cara menanggulangi HIV/AIDS yang kasusnya semakin banyak ditemukan,” kata Ketua DKR Sumedang Iwan Setiawan, Senin (14/8).

Disebutkan Iwan, di Sumedang ada delapan populasi kunci yang nanti akan digerakkan. Yaitu dari kalangan LSL (laki-laki yang berhubungan seks dengan sejenis), Wanita Penjaja Seks (WPS), pelanggan WPS, pasangan WPS, waria, pelanggan waria, pengguna narkoba suntik (penasun) dan ODHA. Sementara jumlah individu dari setiap populasi yang sudah tercatata DKR diantaranya LSL sebanyak 130 orang, WPS sebanyak 691 orang, pelanggan WPS 11.571 orang, pasangan WPS ada empat orang, pelanggan waria ada 188 orang, penasun ada 121 orang, dan ODHA ada 196 orang.

Namun angka estimasi jumlah individu masing-masing populasi sangat jauh. Bahkan mencapai dua sampai tiga kali lipatnya dari angka yang sudah terdata. Menurut Iwan, jika dilihat antara estimasi dan data lapangan, selisih yang paling besar adalah pasnagan WPS dan pelanggan WPS. Hal ini menunjukan angka ibu rumah tangga dan anak meningkat secara signifikan, karena mengidentifikasi kedua populasi tersebut snagat sulit.

“Secara logika mereka akan menutupi jati dirinya, apalagi kepada pasangannya bahwa mereka beresiko. Sehingga yang menjadi dasar DKR adalah bagaimana secara sadar kelompok prio beresiko tinggi dapat memakai kondom sebagai suatu kebutuhan dan memeriksakan diri secara rutin ke tempat layanan,” papar Iwan. Ditambahkan, dari setiap populasi kunci nanti akan diambil beberapa individu untuk turut serta menanggulangi HIV/AIDS dengan menerapkan mekanisme yang efektif yang sudah ditentukan DKR. (her)

Ikuti Kami di Sosial Media:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.