Potensi Batu Dua sebagai Aset Besar Sumedang

Peliput/Editor: HERI PURNAMA/SUMEKS

Potensi Batu Dua sebagai Aset Besar Sumedang

NAIK PODIUM: Kapolres Sumedang dan Dandim 0610/Sumedang foto bersama sejumlah atlet Mountain Bike, belum lama ini.

Event Mountain Bike Festival #1 Sukses Digelar

Batu Dua sudah punya potensi untuk bisa dijadikan sarana olahraga kelas dunia. Apalagi setelah digelarnya Event Mountain Bike Festival #1. Dan di samping itu, dapat pula menjadi peluang dalam mendongkrak ekonomi masyarakat Desa Linggajaya khususnya. Berikut liputannya.

HERI PURNAMA, Cisitu

JALAN yang terjal. Begitu lah kondisi jalan yang harus dilalui orang-orang yang hendak ke wisata sekaligus sarana olahraga Batu Dua Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu.

Namun begitu, rasa lelah dan was-was saat melalui perjalanan beberapa kilometer dari pusat kota kecamatan, akan terbayar lunas saat sudah berada di puncak Batu Dua. Apalagi belum lama ini ada perlombaan sepeda gunung di Batu Dua.

Pesertanya banyak yang datang juga dari luar Jawa Barat. Sementara dari Sumedang, Subang dan Pangandaran, mendominasi gelar juara pada Event Mountain Bike Festival #1 di Batu Dua pada 22-24 Desember, lalu.

Sejumlah nomor diperlombakan. Antara lain Nomor Uphill, MTB DHI (Downhill Individual) dan MTB XCO (Cross Country Olimpic). Sementara kelas yang bertanding di antaranya Kelas Master, Grand Master, Men Junior, Men Open, Men Elite, Women Junior dan Women Elite.

Ketua Panitia Budi Arianto mengatakan, dengan festival ini diharapkan bisa mengenalkan sirkuit baru yang ada di Sumedang kepada pecinta sepeda.

“Alhamdulilah, yang datang selain dari Sumedang juga ada yang dari luar. Seperti Riau, Kalimantan, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih jauh, dia berharap sirkuit Batu Dua bisa dijadikan venue Asian Games 2018. Sebab, menurut Budi yang juga pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sumedang, Batu Dua layak menggelar even bertaraf internasional.

Meski pun jaraknya cukup jauh dari kota yang menjadi tuan rumah yakni Jakarta, namun Batu Dua layak dipertimbangkan.

“Mungkin perlu pembenahan di beberapa sisi saja. Infrastruktur dan akses di sini juga sudah bagus,” tuturnya.

Sementara itu Ketua ISSI Sumedang H Dony Ahmad Munir, mengenai Batu Dua yang diharapkan bisa dijadikan salah satu tempat untuk sarana Asian Games memang belum ada titik terangnya. Sebab, letak sarana olahraga paralayang dan downhill ini, terlalu jauh dari pusat Ibu Kota Jakarta. Meski Batu Dua punya keunggulan dari sarana yang lainnya, namun tempat ini terlalu jauh dari tuan rumah (Jakarta dan Palembang).

“Masalahnya, Batu Dua ini tempatnya terlalu jauh dari Jakarta, untuk Jawa Barat yang dipakai oleh Asean Games hanya bogor saja. Itu pun untuk cabang olahraga paralayang,” ucapnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menggelar kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menunjukan kepada semua tokoh dan pelaku yang menyukai olahraga, bahwa Batu Dua ini memang layak.

“Mudah-mudahan untuk kedepannya Batu Dua ini bisa jadi prioritas,” harapnya.

Di samping itu, sempat terjadi insiden pada kegiatan itu. Pada nomor Uphill Kelas Master C, seorang peserta justru malah sempat naik mobil saat lomba. Meski sempat dinilai merebut juara ke-tiga, namun akhirnya keputusan itu dibatalkan karena adanya protes sejumlah peserta lainnya.

“Awalnya juri memang tidak tahu kalau peserta itu naik mobil dulu. Setelah diselidiki ternyata benar yang bersangkutan naik mobil, lalu sekitar 100 meter sebelum garis finish dia turun dan melanjutkannya lagi naik sepeda. Akhirnya dia didiskualifikasi,” kata Chief Commissair pertandingan yang juga dari ISSI Jawa Barat Dendi Gunawan.

Menanggapi hal tersebut, mantan atlet sepeda nasional Beben HVA yang juga jadi peserta, sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan peserta itu disengaja dan sudah menodai fair play. Atas kejadian itu, dia merasa dicurangi.

“Kalau mau naik podium ya harus melalui proses yang benar. Ini di mana harga dirinya. Masih untung ini terjadinya di Kelas Master, bukan di Elite,” ujar Beben. (**)

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.