oleh

PPDB SMA Secara Daring, Seleksinya Dilakukan Dinas Provinsi

SUMEDANGEKSPRES.COM– Di tengah pandemi Korona, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA/SMK dilakukan secara daring (online). Bahkan tahun ini, kewenangan penentu kelulusan ada di provinsi. Dalam artian, tidak ada siswa titipan.

“Untuk PPDB SMAN Jatinangor, masih tetap berjalan seperti biasa, hanya saja dilakukan secara online. Jumlah kuota saat ini ada 432 siswa, sama dengan tahun kemarin,” kata Ketua PPDB SMAN Jatinangor, Dr Maman Rachmana MM kepada Sumedang Ekspres, Selasa (12/5).  

Tak hanya itu, kata Maman, perbedaan proses pendaftaran tahun ini, pun berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, yang mendaftar adalah SMP asalnya ke website Dinas Pendidikan Provinsi. Jadi, tidak mendaftar ke SMA langsung.

“Kalau tahun kemarin kan siswa datang ke sekolah dan mendaftar ke sekolah yang dituju. Kalau sekarang, dikolektif sama SMP masing-masing. Jadi, kalau mau ke SMAN Jatinangor, bisa menghubungi sekolah asalnya,” ujarnya.

Termasuk, lanjut Maman yang didampingi Kepsek SMAN Jatinangor, Drs Ade Rohendi, penentu kelulusan langsung Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Sekolah hanya berwenang dalam penyeleksian calon siswa jalur prestasi saja.

“Teknis pendaftarannya, pihak operator sekolah SMP mendaftarkan ke website dinas provinsi. Mau berapa yang daftar itu tergantung kuotanya. Jadi yang menentukan dinas provinsi, sekolah SMA hanya memverifikasi saja,” jelasnya.

Meski demikian, syarat zonasi (jarak) masih berlaku. Artinya, calon siswa yang paling dekat dengan sekolah masih diprioritaskan. Untuk jalur zonasi, SMANJA membuka lowongan 50 persen atau sekitar 216 orang.

“Jalur zonasi (titik kordinat) akan dibuka pada 25 Juni-1 Juli 2020. Dilakukan secara daring gak bisa datang langsung ke sekolah. Dan silahkan hubungi sekolah asalnya (SMP) masing-masing,” katanya.

Sementara itu, untuk jalur prestasi, terdiri dari Akademik dan Non akademik. Pendaftaran dibuka 8 Juni 2020 dengan jumlah kuota 25 persen. Kemudian jalur Afirmasi (keluarga tidak mampu/PKH/KIP/KIS) jumlah kuotanya 20 persen dan jalur perpindahan (termasuk anak guru) itu5 persen.

Maman menambahkan, proses pendaftaran tahun ini, memang tidak menguras tenaga panitia PPDB SMA. Sebab, proses penyeleksian dilakukan dinas provinsi langsung. Sehingga tidak ada istilah siswa titipan. Termasuk yang mendaftarnya juga pihak SMP.

Ditanya, apakah di tengah pandemi Korona ini jumlah pendaftar akan berkurang? Maman menjawab, meskipun di tengah wabah, peminat ke SMAN Jatinangor cukup membludak. Terbukti dari masih adanya orang tua siswa yang mendaftar ke sekolah.

“Prediksi saya, jumlah pelamar ke SMA Negeri masih ramai. Sebab, tahun ini, SPP untuk SMA Negeri ditiadakan. Termasuk pendaftaran online tidak memakai uang, atau formulir pendaftaran,” tandasnya. (imn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed