PPI Wadah Eksklusif Pemuda di Sumedang

PPI Wadah Eksklusif Pemuda di Sumedang

FOTO BERSAMA: Anggota PPI Sumedang usai peringatan HUT ke-29 di Graha Indung Medal (GIM). (ASEP NURDIN/ SUMEKS)

PEWARTA: ASEP NURDIN/SUMEKS

KOTA – Diusianya
yang ke-29 tahun, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Sumedang, kian
dewasa dalam kiprahnya mewadahi dan membina generasi muda, yang notabenenya
sebagai pasukan pengibar bendera pusaka.

Ketua PPI
Kabupaten Sumedang Setianur Komara mengatakan, hari ulang tahun yang jatuh pada
21 Desember itu, dijadikan momentum untuk penguatan dan pembuktian satu
pengabdian. “Setiap tahun PPI menjaring sebanyak 25 ribu orang anggota
dari seluruh Indonesia,” kata kang Anur –panggilan akrab Setianur
Komara– kepada Sumeks, beru -baru
ini.

Artinya,
ketika 25 ribu orang pertaun disatukan, maka akan menjadi sebuah kekuatan yang
sangat besar. “Baik dari pergerakan kepemudaan, maupun perubahan sosial
yang akan membawa dampak kemajuan pada daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Sebagai wujud
pengabdian kepada masyarakat, PPI memiliki motto Bersahaja, Inovatif dan Global.
“Poin Global tersebut, kita akan manfaatkan sebagai bukti nyata atau acuan
kita, bahwa berpikirnya tidak hanya sebatas pengembangan kepaskibraan saja,” katanya.

Namun Global
tersebut, menjadi acuan PPI dalam bertindak sebagai segerakan kepemudaan yang
berkelanjutan, mulai dari tingkat SMP sampai SMA. “Bahkan setelah Purna
Paskibraka pun, akan kita dampingi secara berkesinambungan,” tuturnya.

Maka dari motto
Global tersebut, dia akan membawa organisasi yang digawanginya sebagai wadah
pergerakan kepemudaan yang masiv, berkarya nyata serta mengabdikan diri kepada
masyarakat.

Di tempat
sama, Wakil Ketua PPI Drg Rikky Bagus mengatakan, setiap tahunnya sebanyak 50
anggota Paskibraka baru di Sumedang. Selain itu, pihaknya juga mendampingi para
anggota Paskibra satuan di setiap sekolah, sekitar 1.000 orang setiap tahun.

“Jumlah
ini sangat banyak, yang akan menjadi kekuatan sangat besar ketika kita
koordinasikan dengan baik,” ujarnya.

Karena siswa
yang notabenenya anggota Paskibra maupun Purna Paskibraka, merupakan suatu
wadah yang eksklusif. Karena untuk menjadi keanggotaan pasukan pengibar bendera
pusaka itu, tidak mudah begitu saja.

Menurutnya,
untuk menjadi anggotanya, harus melalui tahapan seleksi dan pendidikan yang
cukup panjang. “Jadi ketika kita kuat, sistematika yang kita bangun untuk
lebih baik, saya rasa Paskibraka, Paskibra maupun Purna Paskibrakanya itu
sendiri, akan menjadi wadah yang sangat elektif untuk melaksanakan pembangunan
sosial kepemudaan, khususnya di Sumedang,” ungkapnya.

Sementara itu,
lanjut Rikky, selama ini pihaknya melakukan pendampingan-pendampingan terhadap
adik-adik Paskibra di satuan tingkat SMA. “Di sana kita ada jenjang
pendidikan, mulai dari kelas satu hingga kelas tiga, baik di tingkat satuan,
kecamatan maupun tingkat kabupaten,” katanya.

Sebagai puncak
peringatan HUT, pihaknya menggelar bakti sosial donor darah, yang dilakukan
serempak di seluruh Nusantara, pada pukul 10.00 waktu setempat. (nur)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.